Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
11 Negara Ikuti Bali International Kite Festival
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ratusan layang-layang dari 11 negara ikut ambil bagian dalam festival layang-layang internasional di Pantai Purnama Gianyar. Dalam festival ini ditampilkan berbagai macam layang-layang kreasi dengan berbagai bentuknya yang unik.
Festival layang-layang internasional yang digelar untuk kedua
kalinya di pulau Bali ini diikuti setidaknya 300 layang-layang berbagai bentuk dan ukuran dari sejumlah Negara. Sebelas negara yang ikut serta dalam festival ini antara lain Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru, Australia, dan beberapa negara lainnya.
Berbeda dengan festival layang-layang sebelumnya di Bali, festival ini didominasi layang-layang berbentuk tiga dimensi dengan bahan kain parasut.
Dalam festival ini terdapat sejumlah layangan unik kreasi baru seperti layang-layang berbentuk anjing raksasa hingga burung hantu. Layang-layang berbentuk penerjun lengkap dengan parasutnya juga ikut meramaikan festival ini.
Bali International Kite Festival merupakan ajang eksebisi layang-layang internasional dan bukan untuk dilombakan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menjalin persahabatan antar penggemar layang-layang dari berbagai Negara.(ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2079 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2007 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1919 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun