Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
12 Paket Pembangunan Trotoar di Karangasem Dianggarkan Senilai Rp2 Miliar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas PUPR-Perkim Kabupaten Karangasem merencanakan belasan paket pembangunan trotoar pada rancangan APBD Perubahan Kabupaten Karangasem tahun 2023 ini.
Baca juga:
Fenomena Sinkhole di Kedisan Gianyar, Dinas PUPR Ungkap Penyebabnya
Rencananya proyek pembangunan trotoar tersebut akan dilaksanakan di 12 titik ruas jalan yang tersebar di seluruh wilayah Karangasem dengan menggunakan dana bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor dengan nilai total sekitar Rp.2 miliar.
“Untuk perubahan kita usulkan 12 paket fisik, untuk satu paket nilainya Rp.193 juta, ini mandatori kegiatan pembangunan Infrastruktur dari dana Pajak Kendaraan Bermotor, karena dana tersebut memang harus dipergunakan untuk pembangunan fisik,” kata Kepala Dinas PUPR Karangasem, Wedasmara saat dikonfirmasi, Jumat (22/9/2023).
Adapun 12 paket pembangunan trotoar tersebut masing – masing diantaranya, satu paket trotoar jalan Abang-Kikian, paket Amlapura-Bias, Paket Bebendem-Pande besi, paket Bungaya-bebandem, paket Bungkulan-Seraya, Paket Datah-Kesimpar, paket Pande Besi-Ababi, paket Sengkidu-Menira, paket Sibetan-Macang, paket Tuylamben-Pantai, paket Ruas jalan veteran dan paket trotoar ruas jalan Wates-Pesangkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4464 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2247 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun