Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
14.000 Ibu Hamil Meninggal Saat Melahirkan
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
BeritaBali.com, Nusa Dua. Peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Prof. Hasbullah Thabrany menyebutkan secara rata-rata dalam satu tahun sekitar 14.000 ibu hamil di Indonesia meninggal saat melahirkan. Kondisi tersebut terjadi karena buruknya layanan kesehatan dan sulitnya para ibu hamil tersebut mendapatkan layanan kesehatan yang baik.
Hasbullah Thabrany menyebutkan buruknya layanan kesehatan selama ini karena alokasi anggaran bagi peningkatan layanan kesehatan selama ini masih dipandang sebagai kerugian ekonomi. Berbeda dengan di negara maju yang memandang alokasi anggaran peningkatan layanan kesehatan sebagai investasi jangka panjang.
“kita memang selama ini mengalami malpraktek penganggaran, diamana anggaran kesehatan dianggap sebagai pengeluaran yang tidak bermakna, buang-buang duit, jadi memang investasi kesehatan besar tetapi, tetapi jangan dilihat investasinya besar, lihat hasilnya 30-50 tahun kedepan, pola pikir ini yang menjadi tantangan kita,” kata Hasbullah Thabrany.
Hasbullah Thabrany berharap pemerintah memperbaiki sistem layanan kesehatan dan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Sebab dengan sistem layanan kesehatan yang baik maka tingkat kesehatan masyarakat juga akan meningkat.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 497 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 368 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 312 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 227 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun