Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
27 Negara Bahas Konservasi Perikanan Tuna
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ikan sebanyak 27 perwakilan negara anggota Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), dan FAO, serta pengamat membahas tentang pengelolaan dan konservasi perikanan tuna secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, Senin (30/3) di Kuta.
Sekretaris jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Widi A. Pratikto, mengatakan, IOTC ini merupakan salah satu organisasi pengelolaan perikanan regional (RFMO) di bawah badan FAO, yang diberi mandat untuk melakukan pengelolaan sumberdaya ikan tuna di wilayah Samudra Indonesia.
Kata Widi, dalam pertemuan ini, Indonesia memiliki momentum untuk memeroleh berbagai hal positif, seperti mendukung kebijakan nasional bagi upaya konservasi dan pengelolaan perikanan termasuk upaya pemanfaatan dan pengawasan shared fish stocks. Dan dalam aspek internasional, juga memperkuat posisi Indonesia dalam forum organisasi perikanan regional dan internasional.
Selain itu, juga dari aspek teknis ekonomi, memberikan peluang pemanfaatan sumberdaya shared fish stock di laut lepas oleh Indonesia, di samping juga terhindar dari embargo ekspor produk perikanan Indonesia yang diambil dari wilayah konvensi RFMO oleh negara-negara anggota RFMO.
Lebih lanjut Widi mengatakan, bahwa dalam ketentuan, setiap anggota IOTC wajib menerapkan keputusan-keputusan IOTC dalam berbagai resolusi dengan sistem hukum nasional. Indonesia yang menjadi anggota full member ke-27 sejak Juni 2007, telah melakukan berbagai kegiatan, seperti program revitalisasi perikanana tuna, penyampaian informasi kepada sekreatariat IOTC tentang authorized Vessel dan Active Vessel atau kapal yang aktif dan resmi melakukan penangkapan tuna.
Sebagai full member IOTC, lanjut Widi, Indonesia memunyai peluang dalam memanfaatkan sumberdaya ikan di laut lepas dengan kewajiban melakukan control yang efektif terhadap kapal perikanan Indonesia yang melakukan kegiatan di laut lepas. Armada perikanan Indonesia yang sudah terdaftar di IOTC hingga 2008, mencapai 874 kapal, terdiri dari 871 kapal longline, dan 3 kapal purse seine di Samudra Hindia.Sedangkan jumlah tangkapan dari kapal-kapal Indonesia yang terdaftar di IOTC pada 2007 mencapai 252,227 ton, atau 24,1% dari 104.673,7 ton tangkapan tuna Indonesia.
Saat ini, lanjut Widi, ada 16 jenis ikan tuna yang diatur pengelolaannya oleh IOTC, antara lain Yellow Fin Tuna, Skipjack, Bigeye Tuna, Long tail Tuna, dan Strip Marlin.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4687 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan