Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
4 Sungai di Jembrana Tercemar, Banyak Warga Buang Kotoran Hewan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebanyak 7 sungai di Jembrana menjadi sampel pengecekan penghitungan indeks pencemar. Dari jumlah sungai tersebut, sebanyak 4 sungai masuk kategori cemar sedang dan ringan. Bakteri ecoli yang berasal dari kotoran hewan ternak yang dibuang ke sungai mendominasi pencemaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, mengatakan bahwa tujuh sungai yang menjadi sampel penghitungan indeks pencemar adalah sungai Sanghiang Gede, Yehembang, dan Pulukan di bagian hulu, tengah, dan hilir.
"Pengecekan dilakukan setahun dua kali, saat musim kemarau dan musim hujan," jelasnya.
Pengambilan sampel dari tujuh sungai dilakukan di bagian hulu, tengah, dan hilir. Setiap bagian yang diambil sampel memiliki tingkat pencemaran berbeda. Dari tujuh sungai tersebut, empat di antaranya mengalami cemar sedang dan cemar ringan.
"Sebagian besar disebabkan oleh cemar dari parameter ecoli," jelasnya.
Dijelaskan bahwa dari statistik per titik, untuk sungai Sanghiang Gede, Yehembang, dan Pulukan dari bagian hulu, tengah, dan hilir masih memenuhi baku mutu. Sedangkan sungai lain, sungai Kaliakah memenuhi baku mutu di hilir, tetapi tengah sudah cemar ringan.
Kemudian, sungai Ijogading memiliki bagian hulu dengan cemar ringan, bagian tengah dengan cemar sedang, dan bagian hilir memenuhi baku mutu. Sungai Dangin Tukadaya memiliki bagian hulu yang memenuhi baku mutu, tetapi tengah dan hilir mengalami cemar sedang.
Sedangkan sungai Bilukpoh mengalami cemar ringan di bagian hulu dan tengah, tetapi bagian hilir cemar sedang.
Menurut Dewa Ary, indeks kualitas air sungai tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium. Secara umum, kualitas air sudah lebih baik dari dua tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2021 indeks kualitas air adalah 34.44 poin dan tahun 2022 lalu adalah 40.00 poin.
Sedangkan indeks kualitas air tahun 2023 periode pertama sudah melampaui target 48.56. Di Jembrana, indeks kualitas air mencapai 57.62 poin.
"Meskipun masih ada yang masuk dalam kategori cemar ringan dan sedang, kualitas air di Jembrana sudah lebih baik dari sebelumnya," jelasnya.
Dewa Ary menegaskan bahwa dari sejumlah parameter yang ada, tidak ada timbal yang mencemari sungai. Pencemaran sungai yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh ecoli, karena masih ada pembuangan kotoran hewan ke sungai. Sedangkan kotoran manusia yang juga menjadi sumber ecoli dinilai sudah berkurang, karena sudah banyak yang membuat septik tank sendiri di rumah tangga.
"Memang perlu edukasi lagi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah ke sungai," terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan