Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
90 Hari Tak Hujan, Akhirnya Kota Gianyar Basah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Masyarakat kota Gianyar merasa sedikit lega. Setelah lebih dari 90 hari kepanasan, akhirnya pada Jumat (3/11) hujan turun di kota Gianyar.
Turunnya hujan dimulai pada subuh hingga pagi hari. Warga kota pun semringah menyambut turunnya hujan. Dari pantauan wartawan terhadap beberapa warga kecamatan Gianyar hujan turun hampir merata di kecamatan Gianyar dengan intensitas deras.
Yakni dari timur kota, dari Kelurahan Samplangan, Kelurahan Gianyar hingga perbatasan Bitra-Buruan, Blahbatuh.
"Lama tidak hujan, semestinya bulan ini hujan, astungkare turun," ujar salah satu warga Gianyar, Dewa Ngurah, warga Kelurahan Gianyar.
Warga lainnya, Made Bawa, mengaku sudah melihat mendung di malam hari. "Saya pas di pantai malam hari memancing, akhirnya, pagi hujan," ujar dia lega. Dengan turunnya hujan, udara di kota terasa lebih sejuk dibanding biasanya.
Hingga pagi menjelang siang, tumpukan mendung masih berada di langit Gianyar.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta mengimbau masyarakat tetap waspada. Dikatakan bahwa cuaca panas maupun hujan sama-sama memiliki potensi bencana.
Apabila kemarau panjang, maka potensinya kebakaran. Jika hujan terlampau lebat, maka potensi bencana adalah longsor. "Kewaspadaan baik hujan maupun kemarau sama. Masyarakat juga harus waspada," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 474 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 312 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 227 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun