Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
95 Anjing dan Kucing di Gianyar Divaksin Rabies
World Rabies Day 2026
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Upaya pencegahan dan penanggulangan rabies di Bali terus dilakukan hingga tingkat desa dan banjar. Memperingati World Rabies Day (WRD) 2026, pelayanan kesehatan hewan terpadu digelar di Balai Banjar Pagutan Kelod, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menyasar anjing dan kucing lokal. Pelayanan ini merupakan kolaborasi UPTD Puskeswan III Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Gianyar, dan Elmo Vet Care, dengan dukungan Pemerintah Desa Batubulan serta partisipasi warga. Berdasarkan rekapitulasi di lapangan, sebanyak 153 layanan kesehatan hewan diberikan dalam kegiatan tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 95 ekor hewan mendapatkan vaksinasi rabies, terdiri dari 87 anjing dan delapan kucing. Sementara 58 ekor hewan menjalani sterilisasi, terdiri dari 53 anjing dan lima kucing.
Baca juga:
Anjing Liar di Setra Badung Divaksin Rabies
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, menilai pelayanan berbasis banjar menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas edukasi dan pencegahan rabies secara langsung kepada masyarakat.
“Pencegahan rabies harus dilakukan bersama dan berkelanjutan. Jangan menunggu sampai terjadi kasus baru kita bergerak. Hewan perlu dirawat, divaksinasi, diawasi, dan tidak dibiarkan berkeliaran tanpa kontrol. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan rabies,” tegasnya.
Anggota DPRD Provinsi Bali Komisi IV, Putu Diah Pradnya Maharani, mengatakan penanganan rabies berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
“Mari menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab—anjing dan kucing harus dirawat, divaksinasi, dan diawasi. Edukasi seperti ini harus terus dilakukan sampai ke tingkat desa dan banjar,” ujarnya.
Perbekel Desa Batubulan, Dewa Gede Sumertha, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan di Balai Banjar Pagutan Kelod. Ia juga mengimbau masyarakat agar aktif dalam upaya pencegahan rabies.
“Pencegahan rabies dimulai dari kesadaran keluarga dan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga hewan peliharaan. Jika terjadi gigitan atau ada hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” pesannya.
Kepala UPTD Puskeswan III sekaligus Koordinator HUMAS & KIE WRD Provinsi Bali 2026, Drh. I Nyoman Arya Dharma, menilai capaian 95 vaksinasi dan 58 sterilisasi di Pagutan Kelod menjadi bentuk nyata pelaksanaan semangat World Rabies Day di lapangan.
Baca juga:
Bocah di Buleleng Tewas Diduga Suspek Rabies
“WRD jangan berhenti sebagai peringatan satu hari, tetapi harus menjadi momentum membangun kesadaran dan menggerakkan masyarakat secara berkesinambungan. KIE harus menjawab kebutuhan masyarakat: bagaimana mencegah gigitan, bagaimana bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi pajanan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan