Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ada Pungli di Pos KTP Gilimanuk

Senin, 24 Januari 2011, 07:19 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Terus menerus menjadi sorotan lantaran masih ada pendatang liar yang masuk ke Bali tidak membuat kinerja petugas di Pos KTP Gilimanuk berubah lebih baik. Namun justru semakin mengecewakan setelah seorang oknum petugas ketahuan melakukan pungli. Dari informasi yag dihimpun Minggu (23/1), menyebutkan terbongkarnya pungli yang dilakukan oknum petugas di Pos Pemeriksaan KTP Giliamnuk itu berawal dari operasi rayon yang digelar Polsek Kawasan Laut Gilimanuk di Gelung Kori.

Saat petugas memeriksa sebuah mobil Toyota Avanza dengan plat luar Bali. Saat diperiksa, ternyata salah satu penumpang, KTPnya sudah kadaluarsa. Saat ditanya kenapa bisa lolos dari pemeriksaan di Pos KTP padahal KTPnya mati, orang tersebut mengaku bisa lolos setelah menyerahkan uang Rp. 30 ribu kepada anggota Satpol PP yang memeriksanya. "Oknum anggota Satpol PP itu disebut bernama Komang. Pendatang tanpa KTP itu diminta membayar Rp. 30 ribu agar tidak dipulangkan,"ujar sumber Beritabali.com, Minggu, (23/1).

Mendengar jawaban tersebut, rombongan asal Surabaya itu diminta kembali ke Pos KTP. Namun, sebelum kembali, entah dari mana datangnya, tiba-tiba muncul di tempat operasi seorang anggota Satpol PP bersama petugas dari dinas Dafduknakertras Jembrana. Mereka lalu menggirng rombongan itu kembali menju Pos KTP.

"Karena aksi punglinya ketahuan, petugas di Pos KTP lalu membuatkan surat pernyataan dan KTP yang sudah tidak
berlaku itu dilubangi supaya bisa melanjutkan perjalanan. Namun apakah uang yang diberikan itu dikembalikan atau tidak, saya tidak tahu,"terang sumber tersebut.

Menurut informasi, uang hasil pungli tersebut masih diamankan oleh unsur LSM yang ikut mengawasi di Pos KTP. Kepala Dinas Dafdukcapil Pemkab Jembrana, Dede Heryady dikonfirmasi, Minggu (23/1) mengatakan pihaknya belum menerima laporan kejadian itu. Namun dirinya mengaku akan mengecek ke bawahannya.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami