Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Aksi Pencurian Pasir Laut Kembali Marak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah aksi pengambilan pasir laut sempat terhenti di pantai Yehembang, Mendoyo, kini aksi pengambilan pasir laut kembali marak di pantai setempat. Pelaku yang menurut warga sekitar dilakukan oleh warga lokal saat tengah malam.
Tidak tangung-tanggung, jika dulu pelaku mengambil pasir laut dengan mengunakan sepeda motor, kini pelaku langsung turun ke pantai mengunakan truk. Sedikitnya tiga truk setiap malamnya turun ke pantai setempat. Warga sekitar kuatir kerusakan lingkungan disepanjang pantai akan semakin parah.
Kekesalan warga terhadap pelaku pengambilan semakin memuncak. Terbukti Kamis (10/5) pagi, warga melaporkan kasus pencurian pasair laut di pantai Yehembang setelah memergoki seorang pelaku sedang melakukan aksinya.
Menurut warga aksi pengambilan tersebut dilakukan sekitar pukul 03.00. pihak Pol PP Jembrana yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penangkapan yang dipimpin oleh Kepala Kantor Pol PP Jembrana Putu Widarta, sebelumnya sempat berkordinasi dengan Polsek Mendoyo.
Sayang aparat Pol PP dan petugas kepolisian yang dipimpin Kasat Sabhara Polsek Mendoyo AKP M Didik Wiratmoko kalah cepat. Pelaku telah kabur sebelumnya. Sementara itu I Wayan Jana (47) warga Banjar Pasar, Desa Yehembang, Mendoyo saat dikonfirmasi membenarkan jika di pantai Yehembang sejak satu bulan belakangan ini sering terjadi pencurian pasir laut, pelakunya warga lokal, namun dari banjar lain.
“Biasanya mobil mulai turun ke pantai malam hari. kadang-kadang juga subuh,” terangnya yang mengaku mengetahui pelaku namun dirinya engan menyebutkan nama pelaku lantaran tidak enak.
Kepala Kantor Pol PP Jembrana, Putu Widarta dikonfirmasi mengakui pihaknya kalah cepat dengan pelaku mengingat jarak antara Desa Yehembang dengan kota Negara cukup jauh. “ Inilah kendala kita di lapangan. Jarak Yehembang dengan Negara cukup jauh, sehingga kita baru meluncur pelakunya telah kabur,” terangnya.
Namun Widarta akan terus meningkatkan pengawasan termasuk penertiban di kawasan tersebut untuk menekan sekecil mungkit tindakan pencurian pasir laut mengingat dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sangat tinggi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan