Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Aksi Penembakan Pecah di AS, Satu Remaja Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penembakan di ibu kota AS, Washington, D.C. pada Minggu menyebabkan seorang remaja berusia 15 tahun tewas dan tiga lainnya cedera, termasuk seorang petugas Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD).
Menurut Kepala Polisi Robert Contee, para korban ditembak di persimpangan jalan 14 dan U di barat laut Washington sekitar pukul 6 sore waktu setempat. Penembakan itu terjadi selama acara perayaan Juneteenth yang menurut Contee tidak diizinkan.
Petugas polisi dan dua orang dewasa yang terluka sedang dalam pemulihan di rumah sakit, kata Contee mkepada wartawan. Ditanya apakah anak laki-laki yang terbunuh itu menjadi sasaran atau tidak, Contee mengatakan dia tidak tahu dan pihak berwenang sedang dalam tahap awal penyelidikan.
"Ini tidak dapat diterima ... Kita perlu memastikan bahwa pelaku bertanggung jawab atas tindakan mereka," tambahnya.
Penembakan itu terjadi sehari setelah insiden di mal Virginia. Pada Sabtu, seseorang menembakkan senjata setelah terjadi perkelahian antara sekelompok kecil warga dan seorang pria kulit hitam di pusat perbelanjaan Tysons Corner Center.
Penembakan ini menyebabkan ratusan orang melarikan diri. Namun tidak ada korban dari peristiwa itu.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4471 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1570 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1357 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun