Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Aktivis Dorothy Pitman Hughes Meninggal Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dorothy Pitman Hughes, aktivis perempuan internasional meninggal dunia pada usia 84 tahun. Perempuan bernama lengkap Dorothy Jean Ridley lahir pada 2 Oktober 1938, di Lumpkin, Georgia.
Dorothy merupakan pendiri Ms. Magazine bersama Gloria Steinem. Keduanya menjadi ikon dari gerakan feminis.
Dorothy meninggal di rumah putrinya di Tampa, Florida, Amerika Serikat. Pengurus Rumah Pemakaman Sconiers di Columbus, Georgia, Maurice Sconiers mengaku tidak mengetahui penyebab kematian Dorothy.
Melansir AP, Dorothy bertemu dengan Steinem pada 1968 saat Steinem masih menjadi seorang jurnalis dan sedang menulis cerita tentang pusat penitipan anak Pitman Hughes untuk New York Magazine. Steinem menyebut Hughes sebagai sosok yang membantunya nyaman berbicara di depan umum.
Dalam salah satu foto paling terkenal dari gerakan tersebut, keduanya mengangkat tangan kanan mereka untuk memberi hormat pada kekuatan orang-orang kulit hitam. Foto itu diambil pada Oktober 1971.
Kemudian, sepanjang 1969 hingga 1973, keduanya berbagi gagasan tentang gender serta ras di kampus-kampus dan pusat komunitas di seluruh penjuru AS. Selain dikenal sebagai aktivis kulit hitam, Dorothy juga menjadi perintis perawatan anak terlantar.
Ia mengorganisir tempat penampungan pertama untuk perempuan korban kekerasan di New York City dan ikut mendirikan Badan Pengembangan Anak Kota New York.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4505 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1956 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun