Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Anak SMP Tewas di Jalur Setan
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur setan Denpasar-Gilimanuk kembali meminta tumbal nyawa. Putu Bagus Surya Nandika (13) tewas mengenaskan setelah mengalami lakalantas di jalur Denpasar-Gilimanuk km 63-64 tepatnya di Dusun Cepaka, Pangyangan, Pekutatan, Jembrana.
Dari informasi yagn dihimpun, Rabu (29/12) menyebutkan lakalantas yang merenggut nyawa Putu Bagus Surya Nandika ini berawal ketika siswa kelas 2 SMP ini melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat dengan mengendarai sepeda motor DK 3207 ZB.
Setelah melewati tikungan, warga Dusun Cepaka, Pangyangan, Pekutatan, Jembrana ini tidak bisa mengendalikan kendaraannya lalu oleng ke kanan menabrak sepeda motor Yamaha 2766 LN yang dikendarai Gede Sugiasa (30).
Saat itu, warga Dusun Mangenuanyar, Pengeragoan,Pekutatan, Jembrana datang dari arah timur dan berhenti di as jalan karena bermaksud akan berbelok ke kanan.
Akibat kejadian tersebut, Nandika mengalami pendarahan di telinga kiri, kepala bagian belakang dan tewas di RSUD Negara. Sedangkan Sugiasa mengalami patah kaki kiri, lecet pada dahi dan pipi kanan serta memar pada mata kanan.
Saat dikonfirmasi, Rabu (29/12) Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Nyoman Nuryana didampingi Kanit Laka, Ipda Dewa Putu Werdiana seizin Kapolres Jembrana membenarkan kejadian tersebut. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 385 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 359 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 306 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun