Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Angin Kencang di Bali: Sejumlah Penerbangan Terdampak, Plafon Bandara Jebol
BERITABALI.COM, BADUNG.
Angin kencang juga berdampak bagi penerbangan di Bali tepatnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (2/1/2023).
Akibat angin kencang ini sejumlah pesawat dilaporkan tak bisa mendarat di pulau Dewata.
Tak hanya itu, fasilitas di Bandara Ngurah Rai Bali pun rusak diterjang angin kencang. Seperti yang viral di media sosial hari ini terlihat plafon di Bandara ini jebol karena embusan angin.
Sedangkan berdasarkan pantauan di flightradar 24 beberapa pesawat terlihat tak mendarat dan kembali ke bandara asalnya. Terkait hal ini pihak Bandara pun membenarkan adanya sejumlah hambatan akibat cuaca buruk yang terjadi di Bali.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan mengatakan bahwa ada sejumlah kerusakan yang terjadi.
“Angin kencang tersebut memang terjadi adanya kerusakan khususnya beberapa plafon yang lepas. Angin sangat kencang hingga 38 knots. Saat ini area-area tersebut sudah dilakukan pembersihan. Tidak ada korban atas kejadian ini,” ujarnya.
Sedangkan soal pendaratan yang juga terhambat akibat angin kencang ini, pihak bandara lebih mengutamakan keselamatan penerbangan dan menunggu cuaca membaik.
Adapun penerbangan terdampak ke Bandara I Gusti Ngurah Rai sebanyak 5 penerbangan. Dimana terdapat 1 penerbangan kembali ke bandara asal, 2 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan 2 penerbangan bersifat holding di ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
“Sampai dengan saat ini, penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masih beroperasi,” tegasnya.
Adapun penerbangan yang terdampak tersebut adalah pendaratan 3 pesawat dari Jakarta (CGK), 1 penerbangan dari Hanoi dan satu lagi dari Surabaya (SUB). (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli