Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Angkringan Pantai Yehsumbul Sajikan Kuliner hingga Panorama Sunset
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjamurnya angkringan di Jembrana, menjadi salah satu daya tarik warga untuk berkunjung sambil menikmati secangkir kopi.
Seperti salah satu angkringan Sumbul Sunset View yang berada di Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Tidak hanya menawarkan kuliner, angkringan ini juga menyuguhkan pemandangan alam di sekitarnya.
Angkringan ini berada di pinggir Pantai Yehsumbul, arah ke selatan dari jalan protokol sekitar 300 meter. Sedangkan dari jarak Kota Negara sekitar 23 kilometer dan sekitar 175 kilometer dari arah Denpasar dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.
Angkringan Sumbul Sunset View yang baru diresmikan bulan Agustus lalu ini, buka setiap sore mulai pukul 16.00 WITA hingga malam pukul 22.00 WITA. Dan di akhir pekan, jam buka sampai pukul 23.00 WITA.
Sedikitnya ada 6 gerobak angkringan di pinggir pantai ini. Dengan masing - masing angkringan berupa gerobak dari kayu dan besi. Dengan meja dari ban bekas dipadukan dengan bean bag untuk tempat duduk para pengunjung. Disamping tikar yang juga disediakan oleh pengelola.
Seperti di tempat lain, makanan dan minuman yang disajikan di angkringan ini juga tergolong umum dengan harga terjangkau. Seperti kopi, harga mulai Rp5 ribu dan aneka minuman lainnya yang disajikan hangat maupun dingin dengan harga rata rata Rp5 - 10 ribuan.
Untuk sajian makanan, mulai nasi goreng, bakso, aneka sosis, rice box chicken crispy hingga chicken steak, rata-rata Rp10 ribu hingga Rp19 ribu per porsi.
Meski dari sajian makanan dan minuman tidak jauh beda dengan angkringan tempat lain, namun dari sisi tempat angkringan ini menawarkan suasana yang berbeda. Keindahan Pantai Yehsumbul yang masih asri memikat para pengunjung untuk datang menikmati sunset di sore hari.
"Karena tempatnya deket pantai, jadi suasananya enak. Itu yang membuat tertarik datang ke sini," kata Indah Rasti (39) salah satu pengunjung angkringan asal Desa Medewi.
Tidak hanya warga lokal, angkringan yang berada dekat dengan kawasan hotel Pantai Medewi ini juga menjadi salah satu magnet bagi turis asing yang ingin menikmati suasana pantai pada sore hari. Seperti yang dikatakan Dominic, warga Jerman. Bersama empat temannya, ia sengaja mampir untuk menikmati nasi goreng di angkringan ini.
"Saya pertama kali ke sini (angkringan) sangat keren, dekat dengan pantai jadi bisa melihat matahari terbenam, kami tidak bisa melihatnya hari ini tapi itu pasti sangat indah dengan makanan dan minuman yg sangat bagus seperti street food festival," katanya.
I Putu Eka Cipta Santika (40) pemrakarsa angkringan sekaligus sebagai pedagang menuturkan, pengunjung angkringan tidak saja saat weekend banyak pelanggan yang datang, namun hari hari biasa juga pengunjung banyak yang datang.
"Berbeda dengan angkringan lainnya yang mengenal weekend. Disini pengunjung bagus setiap hari ada dan pendapatan stabil," ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya wisatawan mancanegara (wisman) pedagang angkringan bisa terbantu. Disamping tempat yang cocok, kata Eka, wisman juga senang berbelanja karena harganya murah. Dan makanan yang paling sering diburu adalah nasi goreng. "Mereka (wisman) senang, karena kita menyajikan makanan dengan harga lokal," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan