Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Anis, HNW, dan Aher Ditetapkan Jadi Capres PKS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Majelis Syuro PKS telah melakukan rapat terkait hasil Capres hasil Pemilihan Raya (Pemira). Dalam rapat tersebut Majelis Syuro PKS menetapkan tiga nama Capres. "Keputusan majelis syuro ke-11 PKS, satu menetapkan tiga nama berikut sebagai kandidat capres RI dari PKS: 1. DR M Hidayat Nur Wahid, 2. M Anis Matta, 3. Ahmad Heryawan," ujar Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (2/2/2014) dini hari.
Menurutnya, setelah ditetapkan oleh majelis Syuro, ketiga nama ini akan dilempar ke publik untuk diuji kelayakannya oleh publik. "Akan dilakukan uji publik terhadap capres untuk uji dengan publik kepada masing-masing kandidat," imbuhnya.
Hilmi menambahkan, dalam rapat Majelis Syuro tadi juga memutuskan untuk menugaskan Lembaga Penyiapan dan Penokohan Kader (LPPK) PKS untuk membentuk tim pendamping bagi masing-masing kandidat capres.
Hilmi sendiri menilai ketiga kader yang telah ditetapkan sebagai Capres PKS memiliki peluang yang sama. Untuk iti dia mempersilahkan publik untuk menilai ketiganya.
"Kami persilakan bangsa menilai ini kader terbaik PKS yang ingin kami khidmatkan bagi kebaikan bangsa," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2978 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun