Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
APEC Diharapkan Investasi di Negara Rawan Bencana
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Negara-negara yang tergabung dalam APEC diminta lebih mendorong investasi di daerah atau negara yang rawan terkena bencana alam.
Jelang Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) 2013 yang akan berlangsung di Nua Dua, Bali pada Oktober, beberapa negara Asia Pasifik hingga kini terus memantapkan berbagai usulan bagaimana mencapai titik tengah antara kepentingan ekonomi dan perlindungan keberlangsungan masyarakat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, dalam investasi seperti bidang pertambangan atau pembukaan lahan baru harus diperoleh titik tengah.
"Jangan sampai terjadi benturan kepentingan antara kepentingan ekonomi dengan kepentingan yang menjamin keberlangsungan masyarakat," ujar Syamsul dalam pertemuan ke-7 Senior Disaster Management Official Forum (SDMOF) APEC di Kuta, Rabu (21/8/2013).
Menurut Syamsul, setiap negara memiliki nilai-nilai lokal atau local wisdom bagaimana mengelola bumi seisinya, yang sangat diperlukan dalam upaya membantu mengurangi risiko bencana. Selain itu, kata Syamsul bagaimana pemanfaatan teknologi modern yang ada saat ini bisa dipadukan dengan nilai atau kebijaksanaan lokal sehingga mitigasi yang dilakukan bisa mengurangi risko akibat bencana alam.
"Mitigasi dilakukan guna pengurangan risiko bencana di satu sisi dan di sisi lain agar kepentingan ekonomi tetap bisa berjalan," jelasnya.
Syamsul memberi contoh, bagaimana kerugian atau dampak bencana dahsyat Tsunami Kobe dan banjir di Thailand bisa dikurangi kerugian dan jatuhnya korban lewat upaya-upaya dan kerja sama antar negara.
"Saat ini, masih ada keraguan pihak swasta membuka investasi di daerah atau negara-negara yang rawan bencana. Ini harus dikurangi dan dicarikan jalan keluarnya," paparnya.
Untuk itu, Syamsul berharap dengan pertemuan yang dihadiri 13 negara itu, dimaksudkan untuk mencari pemikiran, jalan keluar sekaligus berbagi pengalaman antar berbagai negara dalam penanganan terhadap bencana alam dan upaya pemulihan atau recovery. "Kita ingin meyakinkan negara-negara APEC untuk tidak ragu berinvestasi di daerah atau negara-negara yang rawan bencana alam," tegasnya.
Lebih jauh Syamsul menjelaskan bahwa hasil pertemuan ini nantinya berupa kesepakatan dan rekomendasi dalam pengurangan risiko bencana alam akan dibawa dalam forum KTT APEC. "Di antara rekomendasi itu adalah terkait kerjasama antar negara APEC untuk implementasi teknologi, keterlibatan pihak swasta dan penguatan usaha kecil dan menengah yang tangguh menghadapi bencana," ungkapnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 451 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 363 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 310 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun