Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Atlet 54 Negara Ikut Kejuaraan Tembak Reaksi Dunia
Serangan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah sukses menggelar Asian Beach Games yang pertama, Bali kembali menjadi tuan rumah kejuaraan tembak reaksi dunia. Kejuaraan level lima atau tingkat dunia ini diikuti 1100 atlet dari 54 negara.
Kejuaraan tembak reaksi tingkat dunia yang ke-15 ini digelar mulai hari ini, Senin (27/10) di Pulau Serangan Denpasar dan berlangsung selama 6 hari. Dalam lomba ini para peserta dibagi ke dalam 5 kelas yakni open, standar, production, revolver, dan modified.
Setiap harinya, setiap peserta diwajibkan untuk melewati 6 stage. Hingga akhir lomba, setiap peserta total menjalani 36 stage. Dalam kejuaraan ini Indonesia menurunkan beberapa petembak handalnya seperti Sony Prabowo, Zaenal Arif, dan Roy Haryanto.
Dalam kejuaraan ini, atlet Indonesia diharapkan dapat mencapai peringkat 5 dunia di kelas revolver dan peringkat 100 di nomor standar. Itu sudah cukup bagus mengingat kejuaraan ini diikuti 1100 atlet, kata Ketua Panitia Kejuaraan, Djoko Soeroso.
Kejuaraan tembak reaksi tingkat dunia ini diikuti oleh beberapa juara tembak kelas dunia seperti Eric Graufel dari Prancis, Mike Foight dari Amerika Serikat, dan beberapa jago tembak reaksi dari beberapa negara asing lainnya seperti dari Republik Ceko, Brazil, dan Philipina.
Dalam kejuaraan dunia ini atlet tembak Indonesia akan dapat belajar secara langsung tentang tehnik bertanding dari para jago tembak kelas dunia, kata Djoko.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan