Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Awal Tahun 2023, Sudah Ada Empat Kasus Gigitan Anjing di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus gigitan anjing di Jembrana pada awal tahun 2023 tercatat sudah ada 4 laporan.
Dari kasus tersebut, 4 anjing yang menggigit sudah diambil sampel otaknya untuk memastikan apakah anjing-anjing tersebut positif atau negatif rabies di Laboratorium BBVetiner Denpasar dan saat ini sedang menunggu hasilnya.
Hal tersebut diungkapkan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Viteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Widarsa. Menurutnya ada sejumlah gigitan anjing.
Namun, dari gigitan tersebut ada yang berisiko dan ada yang tidak berisiko. Lokasinya tersebar di sejumlah wilayah Jembrana. Empat sampel diambil lantaran dianggap berisiko.
"Ada beberapa gigitan, tapi yang berisiko kita ambil langkah dengan pengambilan sampel otak anjing," kata Widarsa saat dikonfirmasi, Selasa 10 Januari 2023.
Dia melanjutkan, selama 10 hari berjalan di bulan Januari, sedikitnya ada empat sampel otak yang diambil. Sehingga, hanya tinggal menunggu hasil uji apakah positif maupun negatif.
Upaya mencegah dan mengantisipasi meluasnya kasus rabies Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana berupaya untuk menekan angka kasus rabies dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi massal terutama di wilayah zona merah rabies.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 436 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 362 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun