Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Awas, Mata Merah dan Belekan Bisa Jadi Gejala Covid Arcturus
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut mata merah dan belekan jadi salah satu gejala baru Covid-19 subvarian Arcturus atau Omicron XBB.1.16 yang harus diwaspadai masyarakat.
"Dari data di India, varian Arcturus yang masih merupakan turunan Omicron itu disebutkan memiliki gejala baru yang berbeda dari varian lainnya, yaitu mata merah dan peningkatan korotan pada mata," ujar Ngabila, melansir Antara.
Ngabila melaporkan bahwa dua pasien kasus varian Arcturus di Jakarta tidak mengalami gejala mata merah.
"Tapi ada beberapa pasien Covid-19 perawatan di rumah sakit yang mengalami gejala mata merah. Sedang kami proses pemeriksaan genome sequencing," lanjut dia.
Kedua pasien Arcturus tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami gejala ringan dan menjalani isolasi mandiri. Salah satu pasien dilaporkan mengalami batuk kencang dan radang paru atau pneumonia.
Namun kini kedua pasien tersebut telah dinyatakan sembuh.
Gejala Covid-19 Arcturus dikenal kurang lebih mirip dengan pendahulunya. Namun dalam beberapa kasus, tenaga kesehatan menemukan gejala berupa mata merah dan gatal pada pasien anak.
Baca juga:
Buah Yang Bagus Untuk Menjaga Kesehatan Mata
Vipin Vashishtha, dokter anak dan mantan kepala Komite Imunisasi Akademi Pediatri India, berkata penyebaran Arcturus di India membawa gejala baru berupa konjungtivitis yang membuat mata merah, gatal, dan lengket.
Kondisi konjungtiva sendiri sering disebut penyakit mata merah, atau dalam bahasa Jawa sering disebut "Belekan".
S. K. Nakra, konsultan kesehatan umum di Madhukar Rainbow Children's Hospital, juga menyebut konjungtivitis dilaporkan dalam beberapa kasus.
"Mata merah dan lengket (konjungtivitis) juga telah dilaporkan beberapa dokter. Bagaimanapun ini terlihat ada strain sebelumnya pada sekitar 1-3 persen pasien Covid. Terlalu dini untuk mengatakan bahwa mata merah ini lebih umum terjadi pada varian XBB 1.16 (Arcturus)," katanya seperti dilaporkan India Times.
Selain mata merah dan gatal, rata-rata pasien juga mengalami gejala umum Covid-19 seperti, demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, tubuh nyeri, dan masalah pencernaan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1934 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun