Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Badai Bank Belum Berlalu, Giliran JPMorgan Kena Skandal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Permasalahan di dunia perbankan masih terus mendera. Setelah sebelumnya permasalahan menghantam Silicon Valley Bank (SVB) dan Credit Suisse, kali ini persoalan baru melanda bank raksasa Amerika Serikat (AS), JPMorgan.
Dikutip Fortune, JPMorgan sedang menghadapi gugatan. Bank dituduh melakukan pembobolan untuk membuka safe deposit box nasabah dan menjual permata serta properti pribadi lainnya senilai US$ 10 juta dolar (Rp150 miliar) yang ada di dalamnya.
Jorge dan Stella Araneta, yang tinggal di Filipina tetapi memiliki apartemen di Manhattan, mengatakan JPMorgan mengirimkan tagihan untuk brankas mereka ke alamat yang salah. Ini menyebabkan mereka melewatkan pembayaran.
"Meskipun telah menyelesaikan rekening mereka di bank, dua kotak penyimpanan mereka dibor terbuka, dan isinya akhirnya dilelang untuk sebagian kecil dari nilainya," ujar pasangan itu dikutip Yahoo Finance, Senin (27/3/2023).
Sebenarnya pasangan tersebut telah menggugat JPMorgan tahun lalu. Bahwa harta benda mereka senilai beberapa juta dolar, termasuk perhiasan dan logam mulia, telah dijual tanpa sepengetahuan mereka karena kesalahan bank.
Namun pada Rabu pekan lalu, seorang Hakim Distrik AS membatalkan sebagian gugatan bawah undang-undang perbankan New York. Namun ia masih mengizinkan klaim kelalaian dan dakwaan lain terhadap JPMorgan untuk dilanjutkan.
Sementara itu, JPMorgan belum memberikan komentar terkait perkembangan kasus ini. Tetapi pada April lalu, bank tersebut mengatakan 'menyangkal setiap tuduhan' atas kesalahan yang dibuat oleh Araneta.
JPMorgan menjelaskan bahwa Stella Araneta belum melakukan pembayaran pada brankas tertentu selama beberapa tahun. Pihaknya juga telah mewanti-wanti Stella terkait konsekuensi pembobolan dan pelelangan bila melewatkan pembayaran.
"Kami tidak membeli properti dari safe deposit box Araneta atau mengambil keuntungan dari hasil pelelangan itu yang akhirnya diteruskan ke Negara Bagian New York," tulisnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4471 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1570 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1357 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun