Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Badung Catat 37 Kasus Rabies hingga September 2025
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung mencatat sebanyak 37 kasus rabies hingga September 2025. Jumlah ini mendekati total kasus pada tahun 2024 lalu, yang mencapai 41 kasus.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disperpa Badung, Anak Agung Istri Brahmi Mitari menegaskan, kasus yang ditemukan hanya pada hewan dan tidak ada korban jiwa pada manusia.
"Tahun lalu ada 41 kasus, tahun ini sampai sekarang (September) 37 kasus. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi," jelasnya di Mengwi, Senin (29/9/2025).
Untuk mencegah penyebaran rabies, Disperpa Badung kini fokus pada vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di seluruh desa. Dari 62 desa, sebanyak 12 desa masih dalam proses vaksinasi. Sebanyak 20 tim diterjunkan untuk melakukan vaksinasi secara door-to-door.
"Saat ini masih berjalan, tidak ada kendala. Kita jadwalkan, kalau di desa ada upacara atau hal lain, kita ikuti jadwal mereka," tambah Brahmi.
Pemerintah Kabupaten Badung berharap dengan percepatan vaksinasi ini, angka kasus rabies tidak bertambah hingga akhir tahun, sekaligus menjaga keamanan warga dari ancaman penyakit yang ditularkan melalui gigitan hewan tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4660 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2464 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2106 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1717 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1147 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun