Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 4 Agustus 2026
Bahaya Bermain - main dengan Skip Challenge
Selasa, 14 Maret 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Bogor. Belakangan, permainan skip challenge menghebohkan dunia maya dan menjadi viral. Hal ini menuai berbagai respon, terutama dalam dunia kesehatan.Menurut Prof. dr. Gatot Susilo Lawrence ahli Patologi, anak - anak tidak seharusnya bermain skip challenge. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
"Skip challange itu dia tekan pada dada. Dada bagian belakang itu adalah jantung. yang dibikin adalah, jantung pompa darahnya dihambat, sehingga darah sampai ke otak kurang. Nah, otak beberapa menit tidak cukup asupan darah pasti passed out atau pingsan," papar Prof. dr. Gatot Susilo Lawrence saat ditemui di acara Soho #BetterU di kawasan Bogor, baru - baru ini.
[pilihan-redaksi]
Masih menurutnya, permainan tersebut memiliki tekanan pada dada yang sementara, sehingga orang yang ditekan dadanya menjadi pingsan sejenak dan kembali bangun lagi. Ini yang dijadikan sebuah permainan.
"Kalau otak kekurangan oksigen kita sebut sianosis, akibatnya apa, kejang- kejang dan pingsan. itu dibuat mainan, itu tidak boleh," tambahnya.
Dia menambahkan, hal ini semakin berbahaya jika pada anak - anak memiliki masalah kesehatan. Hal terburuk lainnya akan bisa menimpa para pemain skip challege.
"Kalau dia punya masalah (kesehatan) dia bisa meninggal. Sangat diharapkan tidak melakukan ini pada anak - anak. saya prihatin siapa yang mengusulkan hal ini. Saya lihat kabar ini di WA (Whatsapp) dan ini berbahaya," ujarnya. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 446 Kali
02
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 363 Kali
03
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
04
05
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026