Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Banjir Bercampur Material di Karangasem, Motor Tertimbun Pasir
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Banjir bercampur material lumpur dan pasir menerjang balai banjar dan rumah warga di Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem pada Sabtu (10/2/2024).
Informasi yang diperoleh, sejumlah pemuda yang sedang membuat ogoh–ogoh di balai banjar sempat panik saat aliran banjir air bercampur lumpur dan material batu pasir meluap dari bantaran Tukad Menala dan menerobos masuk ke areal balai banjar.
Beberapa sepeda motor yang terparkir seketika terendam aliran banjir. Nahasnya, salah satu sepeda motor tersebut hingga terbenam sepenuhnya material pasir dan batu yang terbawa derasnya aliran banjir yang merjang.
“Untuk dampak terhadap rumah warga belum kami ketahui jumlahnya karena saat ini aliran masih cukup deras. Saat ini kami masih melakukan penggalian terhadap sepeda motor yang terbenam material banjir di halaman balai banjar,” kata Kepala Wilayah Banjar Dinas Darmawinangun, I Nyoman Oka saat dihubungi wartawan.
Sementara itu, derasnya aliran banjir yang menerjang juga diperparah adanya banjir kiriman dari hulu. Menurut warga ketika dihulu terjadi hujan deras bisa dipastikan akan muncul aliran banjir di sungai tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2267 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1572 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1540 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun