Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Banjir di Pakistan, Warga Takut Dam Era Kolonial Inggris Jebol
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pakistan dilanda banjir bandang sejak Sabtu (27/8). Sedikitnya 1.033 orang meninggal dunia, satu juta rumah hancur, dan lahan pertanian tersapu banjir.
Baca juga:
Pria AS Tembak Mati 3 Orang Secara Acak
Warga kini diliputi ketakutan bencana banjir bakal lebih parah lagi karena khawatir tentang kondisi bendungan yang didirikan di era kolonial Inggris berusia 90 tahun.
Ribuan warga di daerah Provinsi Sindhu akan mengalami bencana parah jika Bendungan Sukkur jebol. Pemerintah Pakistan telah mengumumkan status darurat akibat banjir bandang di negaranya yang berdampak terhadap 33 juta warga.
Banjir terjadi setelah Sungai Indus meluap akibat hujan deras di wilayah itu. Debit air di Bendungan Sukkur pun naik drastis akibat luapan banjir di Sungai Indus.
Luapan air di Sungai Indus juga diakibatkan kiriman air yang amat besar dari Tibet. Salah satu warga mengungkapkan kengeriannya melihat begitu derasnya air yang mengalir ke Sungai Indus.
"Air mengalir deras di sungai membuat kami takut," tutur petani di kota kecil Sukkur, Irshad, kepada AFP.
"Gelombang besar sepertinya bakal datang sebentar lagi," katanya lagi yang mengalami kerugian setelah kebun kurma dan sayurannya disapu banjir bandang.
Air di Sungai Indus semakin meluap dan menggenangi sejumlah wilayah di sekitar sungai itu. Jika Dam Sukkur tak dapat mengendalikan bahkan jebol, bencana besar bakal terjadi.
Bendungan Sukkur sendiri dahulunya bernama Dam Lloyd semasa pemerintahan kolonial Inggris. Dam itu dibangun pada 1932, mampu mengalirkan 1,4 juta meter kubik air per detik lewat 19 gerbang baja di antara pilar beton.
Dam Sukker kerap menjadi tempat wisata favorit bagi warga lokal untuk sekadar foto-foto di sana maupun bersantai. Namun, sejumlah warga kini mengkhawatirkan kondisi jembatan itu saat air di Sungai Indus meluap.
"Bendungan ini sudah berusia 90 tahun, sementara garansi kelayakannya hanya sampai 50 tahun," tutur Menteri Pengairan Pakistan, Khursheed Shah, kepada AFP.
"Jadi sekarang sudah 40 tahun melewati masa kelayakan," ia menambahkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2320 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1960 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun