Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Banjir Lahar Dingin di Tukad Unda Jadi Tontonan Warga
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Status Gunung Agung kembali dinyatakan awas atau level IV sejak Senin (27/11) pukul 06.30 WITA. Pasca mengalami erupsi terus menerus, Gunung Agung sudah menyemburkan lahar dingin sejak Senin pagi.
Banjir lahar dingin mengalir hingga ke Tukad Unda, Klungkung, menjadi tontonan ratusan warga. Warga tampak numplek baik di bantaran sebelah timur Tukad Unda maupun di bantaran sebelah barat Tukad Unda.
Bahkan arus lalu lintas Klungkung-Paksebali sempat macet. Kendaraan baik yang datang dari arah Klungkung maupun Dawan berjalan merayap. Warga yang berderet di bantaran Tukad Unda harus menggunakan masker karena bau belerang sangat menyengat. Menurut salah seorang warga, Muliati, pada Minggu (26/11) air Tukad Unda masih bersih.
"Belum ada lumpur seperti ini, saya dapat info dari ipar, lumpur mengakir sejak pagi," katanya.
Lurah Semarapura Kangin Wayan Sudarma mengatakan, ada sekitar 200 lebuh warga Semarapura Kangin biasanya memanfaatkan Tukad Unda untuk kegiatan mandi dan cuci.
"Dengan kondisi seperti ini kami sudah imbau agar tidak ads aktifitas apapun di Tukad Unda," tandas Sudarma.
Bahkan kata dia, lokasi pemotretan pra pernikahan dengan latar tirai air Tukad Unda ditutup sementara waktu. [wan/wrt]
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 433 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 362 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun