Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Baru Berdiri 5 Hari, Kuil Dewi Corona Kini Dihancurkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah kuil untuk memuja Dewi Corona berdiri di desa Sukhulpur, Uttar Pradesh, India. Menyadur Indian Express Senin (14/06), warga kerap datang ke kuil ini untuk berdoa agar dijauhkan dari virus.
Menurut laporan setempat, kuil dewi corona ini didirikan oleh warga desa secara mandiri dengan dana yang mereka kumpulkan.
“Warga desa secara kolektif mendirikan kuil dengan keyakinan bahwa berdoa kepada dewa pasti akan memberikan kelegaan bagi orang yang menderita Covid-19,” kata salah satu warga.
Namun belakangan, kuil ini justru menjadi kekhawatiran baru karena pengunjung terus berkerumun di dalam kuil untuk berdoa dan menerima prasad dari pendeta.
Ketika foto dan video kuil viral, banyak yang menunjukkan bahwa India memiliki tradisi yang kental dalam mempersembahkan doa kepada dewa untuk mencari perlindungan dari penyakit.
Warganet lain bergurau bahwa alih-alih menawarkan prasad, kuil seharusnya memulai program vaksinasi di tempat.
Terbaru, kuil yang meresahkan karena menimbulkan kerumunan itu dibongkar pada Jumat malam. Warga menuduh polisi sebagai dalang peristiwa ini namun dibantah dengan tegas.
India Today melaporkan bahwa kuil itu dibangun di situs yang disengketakan dan salah satu pihak yang terlibat dalam perselisihan itu menghancurkannya.
Penduduk desa mengatakan kuil itu dibangun lima hari lalu oleh Lokesh Kumar Srivastava dengan bantuan sumbangan dari warga setempat.
Dia memasang idola "corona mata". Radhey Shyam Verma dari desa itu ditunjuk sebagai imamnya, setelah itu orang-orang mulai berdoa di sana.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 440 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 362 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun