Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
Berharap Penerbangan Langsung dan Tidak Ada Karantina Wisman
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dibukanya penerbangan internasional ke Bali terlihat memang ada geliat namun masih terbatas pada tamu domestik. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara sampai saat ini belum ada.
Hal itu disampaikan Sekretaris PHRI Badung dan Anggota Pokli DPD IHGMA Bali, Gede Ricky Sukarta. Menurutnya, jika pembukaan penerbangan terus dilakukan, ia sangat yakin akan ada dampak dari kerja keras Pemerintah dan kesiapan stakeholder lainnya, Namun, ia menekankan dengan ketat displin protokol kesehatan dan taat aturannya.
"Ya sementara Wisnus (wisatawan nusantara) atau domestik masih mendominasi sampai saat ini," jelasnya, Sabtu (16/10) di Badung.
Adapun kendala dihadapi sampai saat ini yaitu, kata dia, yakni belum ada penerbangan langsung ke Bali. Meskipun demikian ia tetap yakin kebijakan open border yang ditunggu dan nantinya akan efektif saat perayaan Natal dan tahun baru atau Nataru dan awal tahun.
"Kita yakin namun pemerintah harus tetap ketat dan disiplin pantau dan harus melakukan promosi yang intens melalui dubes dan lainnya," ucapnya.
Dirinya kembali berharap, direct flight dan tidak ada karantina di hotel setelah lengkap vaksin dan PCR di negaranya. Ia yakinkan bahwa rencana sistem mitigasi dipastikan diperbaharui dan menjalankan SOP telah baik.
"Selain itu tentu berharap agar promosi yang dahsyat serta informasikan para Kedubes bahwa Bali aman dan disiplin dan taat aturan WHO maka Bali layak dikunjungi," tutup Sukarta.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 653 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 539 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan