Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
BI Bali: Kunjungan Wisatawan dan Cairnya Gaji ke-13 ASN Berpotensi Dongkrak Daya Beli
beritabali/ist/BI Bali: Kunjungan Wisatawan dan Cairnya Gaji ke-13 ASN Berpotensi Dongkrak Daya Beli.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, inflasi gabungan dua kota di Provinsi Bali (Denpasar dan Singaraja) pada Mei 2023 sebesar 0,34% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (0,04%, mtm). Namun, masih lebih rendah dibandingkan inflasi Mei tahun sebelumnya (0,71%, mtm).
"Secara tahunan, inflasi gabungan dua kota melandai dari 4,45% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 4,07% (yoy) pada Mei 2023," kata Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, dalam keterangan tertulisnya Rabu (7/6/2023) di Denpasar.
Dirinya menjelaskan, berdasarkan komoditasnya, terjadinya inflasi disebabkan oleh kenaikan harga daging ayam ras, canang sari, air kemasan, daging babi, dan bawang merah.
"Kenaikan harga daging ayam ras terutama disebabkan oleh peningkatan harga pakan, sedangkan kenaikan harga canang sari akibat peningkatan permintaan untuk rangkaian perayaan HBKN Saraswati dan Pagerwesi," ujarnya.
Selanjutnya untuk kenaikan harga air kemasan, lanjutnya, disebabkan oleh keterbatasan pasokan akibat pembatasan operasional truk sumbu tiga pada periode mudik lebaran akhir April 2023.
Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi dapat tertahan dengan menurunnya harga angkutan udara, cabai rawit, baju anak, angkutan antar kota, dan cabai merah.
"Harga cabai rawit dan cabai merah turun didorong peningkatan produksi sejalan dengan periode musim panen. Kemudian Dirinya menyampaikan, penurunan tarif angkutan udara sejalan dengan tren penurunan harga avtur dan normalisasi permintaan pasca liburan HBKN Idulfitri," bebernya.
Kemudian untuk Juni 2023, risiko perlu diwaspadai antara lain, tren kenaikan harga pakan ternak yang berpotensi menyebabkan berlanjutnya kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras, kemudian pencairan gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peningkatan wisatawan (domestik dan mancanegara) berpotensi mendorong kenaikan permintaan barang dan jasa.
Sementara itu, berakhirnya musim panen bawang merah di sentra produksi yang ada di Bali dan NTB, serta keterbatasan pasokan bawang putih impor berpotensi menyebabkan berlanjutnya kenaikan harga pada Juni 2023.
"Di sisi lain, masih berlanjutnya musim panen cabai rawit dan cabai merah, serta penurunan harga BBM non-subsidi diprakirakan menjadi faktor penahan laju inflasi Juni 2023," paparnya.
Dirinya menambahkan, TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi melalui kerangka 4K.
"Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain melalui pembentukan Paiketan Perumda Pangan se-Bali untuk memperkuat peran Perumda Pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan di Bali, kemudian memperkuat dan memperluas Kerja sama Antar Daerah (KAD) dalam Provinsi Bali dan dengan wilayah di luar Provinsi Bali, serta melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7880 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan