Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
BPS: Waspadai Isyarat Inflasi per Tahun Bali Lebih Besar dari Nasional
Selasa, 2 Oktober 2018,
07:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Bali menghimbau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali untuk mewaspadai adanya isyarat inflasi wilayah Denpasar yang melonjak secara kumulatif dari tahun ke tahun September yakni Denpasar sebesar 3,61% dan Singaraja 3,54% lebih besar dari rata-rata nasional 2,88%.
[pilihan-redaksi]
Kepala BPS provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan jika sebelumnya secara kumulatif dari tahun ke tahun inflasi di Bali berada di posisi di bawah nasional, maka untuk tahun ini menginsyaratkan adanya posisi di atas nasional. Untuk itu, kata dia hendaknya isyarat ini merupakan bentuk peringatan agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait dalam upaya mengendalikan laju inflasi daerah agar tidak membebani inflasi rata-rata nasional.
Kepala BPS provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan jika sebelumnya secara kumulatif dari tahun ke tahun inflasi di Bali berada di posisi di bawah nasional, maka untuk tahun ini menginsyaratkan adanya posisi di atas nasional. Untuk itu, kata dia hendaknya isyarat ini merupakan bentuk peringatan agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait dalam upaya mengendalikan laju inflasi daerah agar tidak membebani inflasi rata-rata nasional.
"Perlu dikaji lebih dalam lagi apakah sedang ada gangguan distribusi atau produksi sehingga dapat diketahui identifikasi persoalannya dan upaya antisipasinya," ujarnya saat penyampaian Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (1/10).
September Deflasi 0,52%
Sementara itu berdasarkan hasil pemantauan bulan September 2018 kota Denpasar mengalami deflasi 0,52% dengan indeks harga konsumen (IHK 2012=100) sebesar 130,18. BPS provinsi Bali mencatat deflasi disumbangkan oleh bahan makanan sebesar 0,5470%; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0738%; serta kelompok sandang sebesar 0,0403%.
[pilihan-redaksi2]
Sedangkan kelompok pengeluaran yang tercatat memberikan andil inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0613%; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0479%; kelompok kesehatan sebesar 0,0245%; serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0110%.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang tercatat memberikan andil inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0613%; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0479%; kelompok kesehatan sebesar 0,0245%; serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0110%.
Jika dilihat dari komoditasnya yang cenderung mengalami penurunan pada bulan September 2018 diantaranya daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, ikan tongkol/ambu-ambu, buncis, beras dan tarif angkutan udara. Untuk komoditas yang tercatat mengalami peningkatan harga atau memberikan sumbangan inflasi antara lain; tarif pendidikan akademi/perguruan tinggi, semen. pasta gigi dan pisang. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8483 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5830 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026