Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Bule Prancis Dideportasi karena Buat Onar di Masjid
BERITABALI.COM, NTB.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram bersama dengan Ditintelkam Polda NTB berhasil mengamankan ER (51 tahun) seorang Warga Negara Prancis yang membuat keonaran di Masjid Nurul Huda, Dusun Batu Bolong, Lombok Barat.
WNA tersebut diamankan di rumahnya di Perumahan Green Valley, Senggigi, Lombok Barat pada hari Selasa, 28 Maret 2023 sekitar pukul 19.30 WITA.
Alasan, karena WNA ini sempat cekcok dengan warga yang sedang ibadah di masjid. Di masjid tersebut, ER juga mempertanyakan suara yang menurutnya bising dan mengganggu waktu istirahatnya.
ER beralasan tidak memahami alasan penggunaan pengeras suara di masjid sampai pukul 01.00 WITA. Padahal kata ER, saat itu dirinya sedang kelelahan karena sudah berwisata.
Kasi TIKIM, Kantor Imigrasi Mataram, Slamet Wahono mengungkapkan kasus ini bermula saat ER mendatangi Masjid Nurul Huda pada Sabtu dini hari, 25 Maret 2023. Saat ER masuk ke Masjid Nurul Huda, ia tidak melepas alas kakinya.
Padahal, jelas Slamet, saat itu warga sudah menegur ER untuk melepas alas kakinya karena melewati batas suci. Namun ER tidak mengindahkan teguran warga tersebut.
“Bahkan dia (ER) menyuruh warga memviralkan kelakuannya itu,” ungkap Slamet, Sabtu (31/3).
Akibat kejadian tersebut, warga melapor kepada Kepala Dusun Batu Bolong, kemudian laporan tersebut sampai kepada pihak berwajib.
Kantor Imigrasi Mataram sendiri baru menerima laporan kejadian itu pada 27 Maret 2023. Kemudian, pihaknya segera melakukan pencarian terhadap pelaku.
"Bersama dengan Dit Intelkam Polda NTB, kami mencari keberadaan pelaku. Kemudian pada tanggal 28 Maret 2023, kami berhasil mengamankan pelaku di rumahnya,” terang Slamet.
ER datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Ngurah Rai. Kedatangannya itu, pada tanggal 5 Maret 2023 dengan menggunakan Visa on Arrival.
“Hasil pemeriksaan, bahwa ER terbukti melanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentangmu Keimigrasian,” ujar Slamet.
Untuk itu ER terkena sanksi Administratif Keimigrasian, berupa pendeportasian dan penangkalan. Adapun deportasi terhadap ER, akan berlangsung pada 1 April 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Sembari menunggu waktu pendeportasian, ER menjalani detensi di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram.
“Kami siap untuk menindak tegas siapapun orang asing di wilayah kami yang melakukan kegiatan yang patut diduga membahayakan keamanan. Termasuk dengan yang tidak mentaati peraturan undang-undang,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5865 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4609 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2578 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2219 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2200 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan