Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Bupati Gede Dana Tidak Setujui Penyertaan Modal untuk PDAM
Singgung Deposito Rp16 Miliar Milik Perumda Tirta Tohlangkir
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sependapat dengan padangan umum fraksi-fraksi di DPRD yang disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Karangasem, Kamis (5/10/2023) Bupati Karangasem, I Gede Dana dengan tegas juga menyampaikan bahwa saat ini tidak menyetujui penyertaan modal untuk PDAM Perumda Tirtatohlangkir.
Usai berlangsungnya rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika tersebut. Kepada wartawan Bupati Gede Dana mengatakan bahwa saat ini belum perlu untuk dilakukan penyertaan modal, mengingat kondisi neraca keuangan Perumda Tirta Tohlangkir yang sudah cukup stabil.
Sebaliknya, Bupati Gede Dana meminta Perumda untuk menarik deposito yang selama ini disimpan di salah satu bank. Hemat dia, jika dana deposito tersebut ditarik maka akan sangat cukup untuk menambah jaringan baru guna memaksimalkan pelayanan air bersih agar lebih maksimal kepada para pelanggan.
“Kami sangat setuju dengan padangan semua fraksi di DPRD Karangasem. Menurut hemat kami memang sementara ini belum perlu ada lagi penyertaan modal di PDAM Karangasem. Bahkan dari dulu sewaktu saya menjabat sebagai Ketua DPRD Karangasem, saya memang tidak sepakat dengan penyertaan modal ini,” kata Gede Dana.
Karena setelah rancangan dikirim, dalam Perda juga menyatakan jika boleh tidak melakukan menyertakan modal. Maka dari itu, penyertaan modal di PDAM kedepannya tidak dilakukan lagi. Dengan asumsi jika deposito yang selama ini disimpan atau ditabung di bank, sebagian bisa ditarik, maka uang tersebut bisa dipergunakan untuk menambah jaringan baru agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa lebih maksimal.
“Dana deposito yang ada saat ini sekitar Rp 16 miliar, dan saat ini kita tengah merancang untuk penarikan deposito tersebut. Karena deposito tersebut tidak bisa ditarik dengan cepat, karena butuh perencanaan lebih dulu," terangnya.
Sambil berjalan menuju pintu keluar DPRD, Bupati Gede Dana masih secara lugas menjelaskan kepada awak media bahwa sebagian uang deposito tersebut tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk menambah jaringan baru, namun uang tersebut juga bisa dipergunakan untuk memperbaiki termasuk mengganti jaringan-jaringan yang sudah tua. Karena selama ini itu yang membuat tingkat kebocoran air yang terjadi cukup tinggi.
"Adapun salah satu target dalam pemerintahan kami ini, bagaimana mengoptimalkan jaringan pipa dan penyaluran air ke Seraya, Manggis, dan Kubu. Bahkan, kita juga ingin memaksimalkan air Telaga Waja ke wilayah Kubu. Karena saat ini baru sekitar 13 persen yang digunakan," ujarnya.
“Untuk optimalisasi ini, kami sudah merencanakan untuk membangun reservoar di Padangbai, Manggis agar air Telaga Waja bisa mengalir kesana," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2255 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun