Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Bupati Sutjidra Dorong 87 Koperasi Mati Suri di Buleleng Bangkit Lagi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 87 koperasi di Kabupaten Buleleng hingga kini masih berstatus belum aktif. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap puluhan koperasi tersebut dapat kembali beroperasi agar mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79 yang digelar di Gedung Sasana Budaya, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Buleleng, saat ini terdapat 573 koperasi yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 486 koperasi aktif, sementara 87 koperasi lainnya masih belum beroperasi.
"Ini merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kami berharap koperasi yang belum aktif dapat kembali bangkit sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggotanya," ujar Sutjidra.
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, para pengurus koperasi didorong terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memiliki jiwa kewirausahaan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan usaha.
"Peluang koperasi saat ini sangat besar. Pengurus harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi di wilayahnya, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi agar koperasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman," katanya.
Bupati asal Desa Bontihing tersebut juga mengajak koperasi untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, sinergi antara koperasi dan UMKM akan membuka peluang pemasaran produk lokal yang lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng, Nengah Tenaya, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing bagi koperasi yang sudah lebih dahulu berdiri.
"Kalau di desa sudah ada koperasi simpan pinjam, maka Koperasi Merah Putih dapat bergerak di sektor riil. Prinsipnya adalah membangun sinergi agar seluruh koperasi berkembang bersama," ujar Tenaya.
Ia menambahkan, transformasi digital di sektor koperasi juga terus berkembang. Saat ini sekitar 80 persen koperasi di Kabupaten Buleleng telah mulai menerapkan digitalisasi layanan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada para anggota sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan teknologi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan