Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Cegah Penularan Covid-19 di Sekolah, Begini Saran Kemendikbudristek
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah mulai dilakukan dibeberapa sekolah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menekankan pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah paparan Covid-19 di lingkungan sekolah.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Jumeri menyarankan agar sekolah juga memanfaatkan ruang terbuka untuk area belajar.
“Kunci dari pencegahan penularan adalah ventilasi di kelas yang sirkulasi udaranya bagus. Nah, ini taman-taman yang kita miliki di sekolah, lapangan-lapangan yang dimiliki itu bisa dimanfaatkan untuk menambah kapasitas,” kata Jumeri lewat keterangan tertulisnya, Rabu (9/6/2021).
Bagi orang tua yang belum terlalu nyaman dan yakin mengirimkan anaknya ke sekolah, dapat tetap memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan demikian, sekolah juga perlu memfasilitasi pembelajaran secara PTM terbatas dan PJJ, pesan Jumeri.
Membangun budaya bersih dan sehat oleh warga sekolah juga sangat penting dalam menekan angka penyebaran Covid-19, lanjutnya. Jumeri menyarankan agar saat minggu-minggu pertama pelaksanaan PTM terbatas, sekolah lebih menekankan pada membangun karakter budaya bersih dan sehat terlebih dahulu.
“Berikan kesempatan anak-anak menikmati PTM terbatas untuk membangun karakter bersih sehat, gotong royong, dan menerapkan disiplin terhadap protokol kesehatan guna menjaga diri dan sekitarnya,” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa sekolah tidak perlu memaksa mengejar capaian materi pembelajaran kepada peserta didik. Tetapi lebih mengutamakan penyampaian materi esensial. Sementara sisanya dapat disampaikan melalui metode PJJ.
Menurut Jumeri, umumnya peningkatan jumlah kasus Covid-19 disebabkan oleh ketidakdisipilinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara benar.
“Bagi guru atau siswa yang sakit, pastikan untuk tidak masuk ke sekolah sampai benar-benar sehat. Bagi yang pulang dari bepergian ke luar daerah, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan,” ucapnya.
Merujuk pada Surat Keputisan Bersama 4 Menteri disebutkan bahwa Pemerintah Daerah berwenang menghentikan PTM terbatas dan menutup sekolah jika terdapat kasus positif Covid-19. Kemudian, tindaklanjut dengan protokol testing, tracing, dan treatment (3T) sesuai prosedur yang berlaku.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4518 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2334 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun