Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Cemburu Buta, Suami Clurit Istri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Merasa sakit hati akibat cemburu buta, seorang suami di Dusun Timur Jalan Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada nekat membacok istrinya dengan sebilah clurit.
Aksi kekerasan dalam rumah tangga, (KDRT) yang dilakukan Mahfudz (27) terhadap istrinya Samiyah (30) di Dusun Timur Jalan Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, kontan mengegerkan warga setempat, terlebih lagi, Mahfudz dalam aksinya mengunakan sebilah clurit dan membacok istrinya, syukurnya tebasan clurit tersebut tidak mengenai tubuh istrinya, hingga kemudian jumat (12/12) dilaporkan ke SPK Polres Buleleng.
aksi pelaku dilakukan dengan memukul korban mengunakan tangan mengepal yang disertai dengan menjambak rambut, bahkan tebasan clurit mengakibatkan rambut korban terpotong, syukur korban dapat menghindar dan hanya kena rambut,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. I Made Sudirsa.
Motif penganiayaan dalam aksi KDRT tersebut belum diketahui secara pasti, namun diduga korban merasa sakit hati lantaran cemburu terhadap istrinya, ini sedang kita tanggani dengan serius, informasi awal kemungkinan sakit hati Karena cemburu, ujar Sudirsa.
Sementara dalam penangganan laporan korban Samiyah ke Mapolres Buleleng, polisi masih melakukan proses penyidikan dan penyelidikan, sedangkan pelaku yang juga suami korban, Mahfudz belum diamankan polisi.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 433 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 362 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun