Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Cuaca Buruk, Penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Sementara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana ditutup sementara akibat cuaca buruk Jumat (06/01/2023). Angin dengan kecepatan mencapai 30 knot menjadi penyebab penyeberangan Selat Bali ditutup.
Dari informasi, angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan selat Bali membuat risiko keamanan kapal. Alhasil, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk memutuskan untuk menutup sementara kegiatan pelabuhan.
"Penundaan aktivitas penyeberangan di Selat Bali kembali dilakukan akibat cuaca buruk. Anggin kencang hingga 30 knot dan gelombang tinggi sekitar 1,2 meter sangat berbahaya melanjutkan pelayaran," jelas Korsatpel BPTD Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Sastrawan.
Cuaca buruk memang kerap terjadi di selat Bali, bahkan terkadang sulit memprediksi perubahan cuaca. Ketika cuaca normal, namun seketika dalam hitungan menit cuaca langsung terjadi perubahan.
"Ditakutkan kapal berubah haluan sehingga terjadi kandas. Penundaan tetap dilakukan menunggu cuaca membaik," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi adanya guncangan di dalam kapal akibat gelombang, kendaraan yang terlanjur naik ke kapal terpaksa harus diturunkan kembali.
"Lebih baik di keluarkan dulu, karena gelombang cukup tinggi, jadi antisipasi kejadian buruk," tegas Sastrawan.
Diharapkan cuaca segera kembali normal sehingga aktivitas penyeberangan bisa dilaksanakan untuk menghindari penumpukan kendaraan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1408 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik