Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Cuaca Tak Menentu Berdampak ke Hasil Panen di Subak Serobian
BERITABALI.COM, BADUNG.
Petani Subak Serobian, Desa Anggungan, Kelurahan Lukluk, Kabupaten Badung khawatir lantaran beberapa jenis tanaman di areal persawahannya terancam tumbuh tidak maksimal hingga mati.
Kondisi ini disebabkan, cuaca dirasa masih tidak menentu atau kurang bersahabat dimana terkadang kondisi cuaca terik namun tiba-tiba mendung menyelimuti areal pertanian.
Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan beberapa jenis tanaman di lahan persawahan seperti, tanaman buah cabai hingga jenis tanaman bunga pacah.
Putu Susila, petani setempat mengatakan, kondisi cuaca tak menentu berdampak pada tanaman buah cabai menjadi bercak-bercak di pohon hingga daunnya rontok.
"Ya, berpengaruh pada buah cabainya yang bercak-bercak saat masih di pohonnya," jelasnya.
Hasil panen cabai pun berkurang, Susila menyebut dari 100 kg per sekali panennya, kini berkurang.
Senada, Ni Nyoman Latri, petani bunga pacah juga mengalami hal yang sama, dimana daun menguning serta seiring waktu tanaman menjadi layu dan akhirnya mati.
"Tanaman saya ini berpengaruh juga daunnya menguning selanjutnya pohonnya layu hingga menjadi mati," ujarnya.
Dalam kondisi normal, sebanyak 50 kg bunga pacah mampu dipanen, namun kini hanya 20 kg sekali panennya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4619 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2425 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1680 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun