Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Cuaca Tak Menentu, Warga Karangasem Diimbau Lakukan Mitigasi Mandiri
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Warga Karangasem diimbau untuk melakukan mitigasi bencana secara mandiri di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Mitigasi secara mandiri ini sangat penting dilakukan agar warga masyarakat bisa mengetahui serta memetakan potensi acaman bencana apa saja yang kemungkinan terjadi di wilayah tempat tinggalnya.
"Misalnya ada pohon tinggi di sekitar tempat tinggal, tentu jika dibiarkan begitu saja nantinya berpotensi tumbang, ini penting dilakukan mitigasi sebelum terjadi untuk antisipasi agar dilakukan pemangkasan secara mandiri untuk mengurangi beban ketika terjadi hujan maupun agin kencang," kata Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, Sabtu (13/1/2024).
Sementara itu, hari ini laporan sejumlah kejadian pohon tumbang akibat angin kencang diwilayah Kabupaten Karangasem kembali diterima oleh BPBD Karangasem, sedikitnya sudah ada 3 laporan kejadian yang masuk hingga sore ini.
Salah satu diantaranya adalah kejadian pohon tumbang di wilayah Jasri. Meski tidak menimbulkan korban jiwa namun pohon tumbang menyebabkan kerugian materiil karena menimpa rumah warga. Selain itu, dua kejadian lainnya pohon tumbang meutupi badan jalan dan sudah ditangani oleh personel BPBD Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4471 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1570 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1357 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun