Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Dikira Mayat Mengapung, Warga Banten Diamankan
Beritabali.com, Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keinginan Ari Sutisna (33) untuk menuntaskan aksi sosialnya menyeberangi Selat Bali untuk menyambut tahun baru 2010 pupus. Pasalnya, ketika sedang beristirahat dengan mengapungkan diri di tengah Selat Bali, warga Kapling Jatiraya, RT 05 RW 12 Desa Cilangkahan Malimping, Lebak, Banten Selatan diselamatkan oleh KMP Gilimanuk 1 karena dikira mayat mengapung.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (31/12) menyebutkan Sutisna memang memiliki cara tersendiri untuk melepas kepergian tahun 2009, yakni berenang menyeberangi Selat Bali.
Setelah tiba di Gilimanuk seusai berjalan kaki dari Kediri, Tabanan, Sutisna memutuskan untuk berenang mengarungi Selat Bali yang dimulai dari Pura Segara, Gilimanuk.
Di tengah perjalanan, kuatnya arus Selat Bali membuat Sutisna kelelahan dan memutuskan istirahat dengan mengapungkan diri di tengah laut. Saat mengapung itulah, ABK KMP Gilimanuk 1 melihatnya dan mengira sebagai mayat yang mengapung.
Melihat ada orang mengapung, ABK kemudian berusaha menyelamatkannya dan melapor ke KP3 Laut Gilimanuk. Setelah diselamatkan, Sutisna dibawa ke Kantor KP3 Gilimanuk untuk dimintai keterangan.
“Saya memang bertekad melakukan aksi sosial berjalan kaki sejauh 2010 tanpa menggunakan kendaraan atau kapal untuk menyambut tahun baru. Makanya saya berenang,” ungkapnya.
Selain berjalan kaki dan berenang menyeberangi Selat Bali, Sutisna mengaku akan mengadakan aksi sosial yang semuanya merujuk angka 2010.
“Diantaranya saya akan membagikan bubur merah dan kacang hijau kepada 2010 orang dan bagi-bagi 2010 telur untuk anggota polisi. Semuanya sudah tercatat dalam buku agenda saya,” ungkapnya.
Kepala KP3 Laut Gilimanuk, AKP I Nyooman Suparta, seizin Kapolres Jembrana AKBP R Ahhmad Nurwakhid ketika dikonfirmasi, Kamis (31/12) mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan aksi sosial yang dilakukan Sutisna hanya saja pihaknya menyayangkan cara Sutisna menyeberangi Selat Bali dengan berenang karena dapat mengancam keselamatan jiwanya mengingat arus di selat pemisah pulau Bali dan Jawa itu sangat deras.
“Daripada dia menjadi korban karena kehabisan tenaga makanya kita lakukan langkah penyelamatan. Nanti setelah kondisinya membaik, dia langsung kita pulangkan,” terang Suparta. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan