Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Ditinggal Suami, Muncul Gondok Dan Kebutaan
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejak sepuluh tahun yang lalu, Sayu Putu Nayas (65) mulai dilanda berbagai penyakit. Sepeninggal suaminya sepuluh tahun lalu, warga Dusun Pengajaran, Berangbang, Negara mulai terbelit penyakit gondok lalu kebutaan pada mata kirinya.
Untuk mengisi hari tuanya, janda lima orang anak yang tinggal di salah satu kerabatnya, Sayu Kade Suerni (55) mengandalkan hidup sehari-harinya dengan berjualan canang dengan penghasilan Rp. 10 ribu perhari.
Ketika ditemui, Rabu (13/1), Nayas mengaku pasrah dengan penyakit yang didapnya lantaran kesulitan ekonomi membuatnya tidak mampu berbuat banyak untuk mengobati penyakitnya itu. Selain mengidap gondok dan Nayas juga mengalami kebutaan pada mata kirinya dan mengalami kesulitan pendengaran.
Pembengkakan di leher itu mulai muncul ketika suami saya meninggal sepuluh tahun lalu. Awalnya hanya benjolan kecil saja dan tidak saya hiraukan karena tidak sakit, terangnya. Namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan hingga kini sudah seukuran buah kelapa gading (kelapa yang berwarna kuning).
Karena benjolan ini saya jadi sulit menoleh dan berbicara. Kalau lagi kumat sakitnya bukan main, katanya perlahan. Untuk mengobati, Nayas mengaku kesulitan karena kondisi ekonominya yang pas-pasan. Apa yang saya pakai untuk berobat, untuk makan saja saya sudah susah. Anak saya juga tidak ada yang punya kerjaan tetap, ucapnya.
Nayas mengaku sudah sering diantarkan ke dokter oleh anaknya Nurah Rediama (27) karena Nayas mengantongi kartu JKJ dan termasuk KK Miskin. Belum sembuh penyakit gondoknya itu, secara perlahan mata kirinya mengalami kebutaan. Kini Nayas hanya mampu melihat dengan mata kanan saja.
Awalnya mata kiri saya terasa perih dan mengeluarkan air lama-kelamaan kabur dan hingga sekarang malah saya tidak bisa melihat,katanya. Berbagai model pengobatan baik medis maupun tradisional pernah dijalani Nayas namun tidak juga membuahkan hasil. Untuk mengobati penyakit yang dideritanya, Nayas mengaku sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.
Saya sangai ingin sembuh tapi saya tidak punya biaya untuk berobat. Kalau ada yang bersedia membantu saya, akan saya terima, akunya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan