Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua Petugas BKSDA Stand By di Wilayah Siong
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah menyisir dua lokasi serangan Harimau Hutan Siong di Banjar Dauh Siong dan Banjar Nagasari, Desa Adat Nagasari, Desa Lumbung Kauh, Kecamatan Selemadeg, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menugaskan 2 petugasnya untuk bersiaga wilayah tersebut.
Dua petugas BKSDA Bali wilayah Tabanan yakni Nyoman Raka dan Made Sudarma. Keduanya masing masing mematau wilayah Dauh Siong dan Banjar Nagasari.Saya ditugaskan memantau di wilayah Dauh Siong, jelas Nyoman Raka yang ditemui di lokasi, Selasa (10/8) .
Sementara itu Kelihan Dinas Banjar Dauh Siong, Ketut Suciadi menuturkan sejak hari Minggu (8/8 ) dan Senin (9/8) petugas dari BKSDA dan Kehutanan sudah turun ke lokasi.Bahkan bukti jejak yang diduga harimau di Banjar Dauh Siong juga telah diambil fotonya.
Selain mengambil foto, jejak Harimau di Banjar Dauh Siong juga sudah pasangi ranting kayu sebagai tanda," jelasnya.Menurutnya, selama ini keberadaan harimau di wilayahnya sudah beberapa kali diketahui warga. Namun harimau itu tidak sampai menyerang hewan ternak warga.
Kami percaya kalau harimau yang sempat dilihat oleh beberapa warga sekitarnya beberapa waktu lalu adalah 'duwe' (mahluk gaib yang disucikan) yang menjaga Pura Pucak Rangda, jelasnya.
Namun harimau yang dilihat satu minggu yang lalu itu malah menyerang ternak warga dan kami menduga harimau itu benar adanya.Ketut menduga harimau itu keluar dari hutan karena mencari mangsanya seperti kijang hutan."Hutan di wilayah Banjar Dauh Siong dan Banjar Nagasri merupakan wilayah resort hutan di bagian barat Tabanan yakni daerah Selemadeg. Luas keseluruhan hutan di wilayah itu mencapai 1860,30 Ha," jelas I G A Sukariawan, salah satu anggota polisi hutan yang bertugas di wilayah tersebut.
Menurutnya, selama bertugas di wilayah tersebut belum pernah mengetahui adanya harimau. Bahkan dirinya mengetahui keberadaan harimau Balitelah punah sekitar tahun 1937 silam.Yang saya tahu hanya ada kera, kijang, dan binatang huan lainnya , jelasnya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan