Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Efek Negatif Dari Stres Terhadap Kondisi Wajah dan Rambut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Berubahnya kondisi tubuh utamanya wajah bisa juga diakibatkan karena stres berlebihan. Stres tidak hanya membuat seseorang tampak kelelahan secara psikologis, kondisi fisik pun dapat terpengaruh. Orang yang stres sering disebut rentan terhadap sejumlah masalah kulit. Kesehatan rambut pun bukannya tak mungkin ikut terganggu.
Dirangkum dari Boldsky, ada beberapa dampak negatif stres bagi kecantikan kulit dan kesehatan rambut. Berikut penjelasannya.
Jerawat
Kamu menghasilkan lebih banyak kortisol saat stres. Hipotalamus menghasilkan CRH (corticotrophin-releasing hormone) sebagai respons terhadap kortisol yang kemudian merangsang produksi minyak kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Nah, produksi minyak oleh kelenjar ini dapat menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan jerawat.
Ruam
Stres juga dapat melemahkan sistem kekebalan sehingga menyebabkan ketidakseimbangan pada kulit yang disebut dysbiosis. Setiap kali ketidakseimbangan ini terjadi, itu bisa memicu kemerahan atau ruam.
Mata panda
Seiring bertambahnya usia, ini adalah masalah yang umum terjadi karena kekuatan otot-otot di sekitar mata melemah. Namun, ini juga bisa terjadi akibat kurang tidur yang merupakan gejala umum stres. Stres akan membuat protein di kulit berubah dan mengurangi elastisitas kulit. Hilangnya elastisitas dapat menyebabkan munculnya kerutan.
Kulit kering
Di lapisan luar kulit, beberapa protein dan lipid memainkan peran penting dalam menjaga sel-sel kulit tetap terhidrasi. Mereka juga berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi kulit di bawahnya. Jika lapisan luar tidak berfungsi dengan baik, termasuk akibat stres, kulit bisa menjadi kering dan terasa gatal.
Rambut rontok
Selain mengganggu produksi pigmen melanin, stres juga bisa berdampak negatif pada pertumbuhan rambut kemudian menyebabkan kondisi yang disebut telogen effluvium. Akibatnya adana munculnya masalah rambut rontok berlebihan.
Rambut beruban
Stres juga bisa membuat rambut lebih cepat beruban. Ini karena kondisi emosi yang tidak stabil dapat mengganggu produksi pigmen melanin oleh melanosit, sel yang bertanggung jawab untuk memberi warna pada rambut.
Itulah sejumlah efek negatif dari stres terhadap kondisi tubuh. Untuk mencegah dan menanggulanginya ada baiknya untuk mengobati stres itu terlebih dahulu.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4712 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2525 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2157 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1780 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1207 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun