Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Emmanuel Macron, Presiden Baru Prancis
Senin, 8 Mei 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Paris. Hasil pemilihan presiden Prancis telah keluar, dan Emmanuel Macron terpilih sebagai presiden baru di negara itu, Minggu (7/5/2017) waktu setempat, demikian lasir Reuters.
Macron menang setelah mengalahkan Marine Le Pen, nasionalis kanan ekstrem yang mengancam mengeluarkan Prancis dari Uni Eropa.
[pilihan-redaksi]
Macron menjadi pemimpin paling muda di Prancis sejak era Napoleon Bonaparte. Bankir investasi berusia 39 tahun itu pernah dua tahun menjadi menteri luar negeri Presiden Francois Hollande.
Kemenangan Macron memenuhi dahaga lama rakyat Prancis kepada hadirnya perubahan generasi pemimpin dalam politik Prancis yang selama bertahun-tahun terus-terusan diisi wajah-wajah lama.
Dia akan menjadi pemimpin paling muda di antara para pemimpin Kelompok G7. Dia disandingkan dengan pemimpin muda Barat baik di masa lalu maupun sekarang, mulai PM Kanada Justin Trudeau sampai mantan PM Inggris Tony Blair dan bahkan mendiang Presiden AS John F. Kennedy.
Namun, kemenangan 66 persen suara atas Marine Le Pen yang hanya 34 persen, diselimuti oleh tingginya angka golput yang mencapai 25 persen yang merupakan paling tinggi dalam seabad ini. Itu ditambah dengan 11 persen kotak suara hilang atau rusak selama pilpres kemarin.
Kebanyakan dari yang abstain itu para pendukung pemimpin kubu kiri ekstrem Jean-Luc Melenchon yang berpandangan mirip dengan Le Pen karena sama-sama anti-Uni Eropa dan antiglobalisasi.
Melenchon hanya meraih 19 persen pada pilpres putaran pertama, dan dia menolak mengalihkan dukungan kepada Macron yang bersama Le Pen maju ke putaran kedua.
Serikat buruh terbesar di Prancis, CFDT, menyambut kemenangan Macron namun menggarisbawahi masih tingginya suara Front Nasional pimpinan Le Pen.
Sementara itu, Le Pen akan bekerja keras mengonversikan suara hasil pilpres di parlemen dengan kian menjauhkan kaitan dengan xenofobia seperti diadopsi ayahnya, Jean Marie Le Pen. Wakilnya, Florian Philippot bahkan menyatakan tidak lagi akan menggunakan sebutan Front Nasional. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5980 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026