Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Evakuasi dengan 3 Alat Berat, Ini Jenis Paus yang Terdampar di Pantai Batubelig
BERITABALI.COM, BADUNG.
Nelayan melihat ada seekor Paus terdampar di Pantai Batubelig, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Kamis (21/1) sekitar pukul 08.00 WITA.
Kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Lingkungan Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, sekitar pukul 10.00 WITA. Kepala BKSDA Bali, R. Agus Budi Santosa mengatakan pihaknya langsung meluncur ke lokasi, setelah diidentifikasi bangkai paus tersebut berjenis Paus Bryde atau Paus Edeni (Balaenoptera Brydei) dengan ukuran panjang 13,8 m, lingkar badan 4 m, berat diperkirakan mencapai 2 ton.
"Untuk mengetahui penyebab kematian paus ini telah dilakukan pengambilan sampel badan dan organ yang dilakukan oleh Tim Dokter Hewan dan selanjutnya di bawa ke laboratorium untuk observasi lebih lanjut," jelasnya.
Untuk bangkai paus yang ada di pantai pihak aparat Desa setempat berkoordinasi dengan Camat Kuta Utara dan Pemkab Badung dengan mendatangkan 3 (tiga) buah alat berat untuk mengubur bangkai paus tersebut.
Lokasi penguburan paus tersebut berada di Pantai Pantai Batubelig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4505 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2319 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1959 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun