Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Festival Jazz Ubud Pakai Energi Surya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Festival jazz internasional, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), untuk pertama kalinya akan memanfaatkan energi terbarukan berupa listrik tenaga surya atau panel surya dalam pelaksanaan festival di Ubud, Kabupaten Gianyar.
SUVJF dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 8 Agustus 2026. Dari tiga panggung yang disiapkan, salah satunya akan menggunakan energi yang sepenuhnya bersumber dari tenaga surya.
Pemanfaatan panel surya menjadi bagian dari upaya penyelenggara menghadirkan festival yang lebih ramah lingkungan. Langkah tersebut melanjutkan komitmen pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan SUVJF selama lebih dari satu dekade.
Arsitek sekaligus panitia SUVJF, Diana Surya, mengatakan penggunaan panel surya pada salah satu panggung merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan di lokasi penyelenggaraan festival.
"Tujuannya lebih pada ketangungjawab kepada lingkungan.Sebelumnya sampah juga telah dapat kita kurangi selama 12 tahun ini bahkan, goolnya sampai nol.Ya sekarang energi, selain energi dari jenzet yang ada bahan bakarnya yang tentu ada waistnya.Ya kedepan 100% energi dalam perhetan koser menggunakan energi dari solarpanel ini." jelasnya belum lama ini di Sanur, Denpasar.
Dari tiga panggung yang digunakan dalam SUVJF, satu panggung akan mendapat pasokan energi sepenuhnya dari panel surya. Sementara dua panggung lainnya masih menggunakan sistem energi yang berbeda.
"Ada tiga level jadi, level kedua kita full becak up atau, dari tiga panggung, satu panggung akan menggunakan tenaga surya," ujarnya.
Pemanfaatan energi surya tersebut menjadi langkah awal penyelenggara untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbahan bakar fosil dalam pelaksanaan festival.
Penggunaan panel surya dalam SUVJF dilakukan melalui skema kolaborasi dengan cara barter. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk menghadirkan konsep festival yang tidak hanya mengedepankan pertunjukan musik, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5978 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan