Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Gede Sukarma, Perancang Sepeda Listrik Trail 'Go Internasional'
BERITABALI.COM, NTB.
Demam sepeda listrik sedang melanda warga belakangan ini, terlihat wara wiri di beberapa ruas jalan. Namun berbeda dengan sepeda listrik biasa dengan harga 4-5 jutaan, sepeda listrik ini memiliki desain khas, rangka dan bannya besar, sepintas mirip motor trail.
Adalah Gede Sukarma Dijaya pemilik dan owner sepeda listrik Le Bui, salah satu pabrikan sepeda listrik lokal asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Ditemui di workshopnya di Gedung Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, Banyumulek, Kediri Lombok Barat, pria kelahiran Kubutambahan, Singaraja, Bali ini terlihat sibuk. Kesibukannya, merakit puluhan baterai sebagai komponen sepeda listrik Le Bui rancangannya.
"Iya, saya sedang belajar merangkai baterai, mencoba merakit sendiri," ujar alumni SMAN 1 Singaraja Bali.
Adapun alasan Gede Sukarma Dijaya merakit sendiri komponen baterai, untuk mengisi waktu, disamping juga belajar.
"Kebetulan ini belum mengerjakan order, daripada diam, saya coba untuk merakit. Karena untuk komponen baterai, kita biasanya impor sudah jadi," jelas pria kelahiran 1970 ini.
Sepeda listrik Le Bui mampu menarik mata konsumen mancanegara dan diekspor ke banyak negara. Yang bikin bangga, sepeda listrik Le-Bui ini ternyata sudah dijual hingga luar negeri seperti Amerika, Eropa, hingga Australia. Malahan, di Amerika Serikat sudah ada 2 dealer yang mengimpor Le Bui.
"Kami menggeluti usaha ini sejak 23 Mei 2016. Mengkhususkan diri di sepeda listrik (ada kayuhan)," ujar Gede Sukarma Dijaya.
Atas tawaran Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, Gede Sukarma Dijaya menempati gedung BRIDA NTB sebagai lokasi workshop-nya. Sejak 2016 sampai sekarang, sepeda listrik Le Bui rancangannya sudah terjual kurang lebih 200 unit. Le-Bui sendiri mengklaim mayoritas bahan material sepeda listrik ini adalah murni buatan lokal.
"Bahan sebagian lokal, sebagian masih impor. Yang impor itu dinamo motor dan baterai, untuk selain kami produksi lokal," ujar Gede.
"Untuk produk kami sendiri, kebanyakan dijual ke luar (export) sebesar 70%," tambahnya.
Gede sendiri menuturkan sejak 2016, Le-Bui sudah memiliki banyak model listrik. Kurang lebih 10 desain sepeda. Model tersebut antara lain ada tipe Semar, Puma, Garuda, Matador, Bingo, 911 Adventure, Vanara, Cirkit, dan Bima.
Baca juga:
Benarkah Bersepeda Pengaruhi Kesuburan Pria?
"Yang spesial adalah model CIRKIT. Ini spesial karena didesain oleh orang Amerika dan diproduksi di kami," terang Gede.
"Desain ini baru setahun tapi sudah laku hampir 60 unit," imbuhnya.
Untuk spesifikasi sepeda listrik Le-Bui ini, Gede sendiri mayoritas menggunakan beberapa model spek. Misalkan yang pertama, pakai dinamo 1000W dan baterai 60V/30Ah dengan top speed 60 km/h, dan daya jangkau 90 km dalam sekali charge.
Adalagi versi selanjutnya, memakai dinamo 3000W dan baterai72V/30Ah, top speed 80 km/h, dan daya jangkau 90 km dalam sekali charge. Sepeda listrik Le-Bui ini pernah viral karena Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno turut memesan sepeda listrik ini. Sandiaga Uno memesan 1 unit untuk dicoba.
"Jika oke, nanti setiap kawasan wisata bakal menjadi prioritas untuk disediakan sepeda listrik ini," tutur Gede.
Bahkan, Gede juga mengerjakan pesanan khusus untuk senator DPD RI sebanyak 9 unit. Berapa harga jual sepeda listrik garapan Le-Bui ini?
"Untuk model CIRKIT, yang 1000W kisaran 40 jutaan, sedangkan versi 3000W kisaran 55 jutaan," ujarnya.
"Semua pemesanan dilakukan secara pre-order," tutup Gede.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan