Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Gegara Ini, Bill Gates Sebut Investor NFT Orang Paling Bodoh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, tetap tidak tertarik dengan cryptocurrency (kripto) dan aset digital non-fungible token (NFT), meskipun kedua investasi berbasis internet ini banyak menyedot perhatian masyarakat terutama generasi muda.
Dalam acara "Tech Crunch Sessions: Climate 2022", Gates menyindir NFT Bored Ape Yacht Club dengan mengatakan "Jelas sekali, gambar digital monyet yang mahal akan sangat memajukan dunia. Itu sangat luar biasa," cibir Bill Gates, seperti dikutip dari Bitcoin.com, Kamis (16/6/2022).
NFT Bored Ape Yacht Club adalah sebuah ruang virtual yang diperuntukkan bagi anggota berkapasitas maksimal 10 ribu yang memberikan akses ke sejumlah hal eksklusif bagi para anggotanya. Salah satu NFT Bored Ape yang pernah terjual mencapai US$24,4 juta pada September 2021. Sederet artis juga memiliki NFT ini, mulai dari Justin Bieber, Eminem, hingga Snoop Dogg.
Namun, Gates kemudian mengklarifikasi ucapannya dengan mengatakan bahwa ia lebih memilih investasi di aset yang lebih 'terlihat'.
"Saya terbiasa dengan aset seperti pertanian di mana mereka memiliki output atau perusahaan tempat mereka membuat produk."
Bill Gates juga berbicara tentang cryptocurrurency & NFT. Menurutnya, aset itu adalah, "kelas aset yang 100% didasarkan pada semacam The Greater Fool Theory (teori bodoh terbesar) bahwa seseorang akan membayar lebih untuk itu daripada saya."
The Greater Fool Theory menjelaskan bahwa akan selalu ada orang yang lebih bodoh di pasar dan mereka siap membayar berdasarkan penilaian yang lebih tinggi untuk aset yang sudah dinilai terlalu tinggi. Namun, pada akhirnya, ketika tidak ada lagi yang bersedia membayar lebih tinggi, harga aset akan menurun tajam, membuat investor menjadi rugi besar di investasi yang tidak lagi berharga.
Bill Gates menambahkan dirinya tidak berinvestasi pada aset yang memiliki semacam anonimitas, yang memungkinkan pemiliknya menghindari pajak atau segala jenis aturan pemerintah.
Miliarder itu juga mengklaim bahwa upaya perbankan digital yang dia dukung melalui yayasan filantropisnya "ratusan kali lebih efisien" daripada cryptocurrency.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4471 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1570 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1357 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun