Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Google PHK Pegawainya, Google: AI adalah Makhluk Berakal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Google Alphabet mengumumkan telah memecat software engineer senior yang mengklaim kalau chatbot kecerdasan buatan (AI) yang dikenal LaMDA adalah makhluk yang memiliki kesadaran.
Sebelumnya pada bulan lalu, Google juga sudah memberikan cuti ke Blake Lemoine, software engineer yang mengklaim teknologi tersebut berakal.
Kini Google memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke Blake karena dianggap telah melanggar kebijakan perusahaan dan menilai klaimnya adalah sesuatu yang tidak berdasar.
"Sangat disesalkan bahwa meskipun ia terlibat panjang dalam topik ini, Blake memilih untuk terus-menerus melanggar kebijakan ketenagakerjaan dan keamanan data yang mencakup kebutuhan untuk melindungi informasi produk," kata juru bicara Google, dikutip dari Gadgets360, Minggu (24/7/2022).
Google sendiri mengembangkan Language Model for Dialogue Applications (LaMDA) sejak tahun lalu.
Ini adalah teknologi kecerdasan buatan yang dilatih dengan percakapan agar bisa berbicara tentang apa saja.
Google dan para peneliti lain dengan cepat membantah klaim Blake Lemoine. Mereka menyebut kalau LaMDA hanyalah algoritma kompleks yang dirancang agar bisa berbahasa manusia dengan baik.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4651 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2454 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2098 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1708 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1139 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun