Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Gubernur NTB Soal Bandara: "Direct Flight" Adalah Kesemestian
BERITABALI.COM, NTB.
Usulan pemerintah pusat yang berencana menurunkan status bandara internasional menjadi domestik, dibahas dalam Rapat Pembahasan isu-isu strategis pembangunan Di Provinsi NTB, NTT dan Bali bersama Bappenas RI, bertempat di Ballroom Merusaka Nusa Dua, Kawasan Wisata Nusa Dua, Bali, Sabtu (19/6).
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dengan tegas meminta, untuk tidak menyertakan Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) dalam penyederhanaan airport internasional. Pasalnya,
dengan adanya MotoGP dan internasional even, maka status internasional Airport Lombok harus dipertahankan.
"Karena fasilitas kita 'more than enough'", lebih dari cukup," jelas Bang Zul, pada rapat yang dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.
Menanggapi usulan status Bandara Lombok ini, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas RI, Ir Joshapat Rizal Primana MSc menyatakan masukan dari Gubernur NTB akan menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan.
"Untuk bandara internasional kami berkoordinasi dengan Angkasa Pura. Bizam Akan tetap kami fungsikan sebagai bandara internasional. Terkait direct flight dengan Australia dan negara lain juga akan menjadi perhatian kami," tegas Rizal.
Terkait bandara, sebelumnya Zul menyebut NTB memiliki banyak destinasi unggulan. Namun sayang, direct flight ke NTB masih minim. Untuk itu, ia mengusulkan agar 'Direct Flight' atau penerbangan langsung dari dan ke NTB menjadi suatu kemestian yang harus digesa kembali.
"Ketika ada direct flight, kunjungan dari negara tetangga seperti Australia meningkat berkali - kali lipat. Jadi direct flights ini adalah kesemestian yang harus dilakukan," tegas Doktor Zul.
Menurutnya NTB harus bersiap menghadapi banyak even berskala nasional dan internasional yang digelar seperti MotoGP, World Superbike dan banyak event besar lainnya. Doktor Zul pun berharap event-even berkelas dunia itu bisa menjadi pemicu bangkitnya pariwisata NTB pasca pandemi.
"Tentu ada destinasi selain Mandalika seperti, Gili Tramena, Rinjani, Moyo, dan Sembalun yang sudah mendunia.
Yang paling penting untuk NTB adalah konektivitas. Direct flight adalah kesemestian," ucap Doktor ekonomi industri tersebut.
Rapat pembahasan isu-isu strategis pembangunan di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur di Nusa Dua Bali ini, menghasilkan langkah-langkah terpadu dalam pengembangan kerjasama pemerintah pusat dan wilayah Bali - NTB - NTT.
Khusus NTB, pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) RI akan menggelontorkan berbagai perhatian, khususnya dalam bidang Pariwisata, Industrialisasi dan pengembangan SDM.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 466 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 310 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun