Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Gunung Karangetang Masih Siaga III Meski Frekuensi Guguran Lava Turun
beritabali.com/cnnindonesia.com/Gunung Karangetang Masih Siaga III Meski Frekuensi Guguran Lava Turun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Aktivitas Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara, masih berstatus siaga level III. Namun, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Yudia P. Tatipang mengatakan frekuensi guguran lava gunung tersebut cenderung menurun.
"Jadi belum diusulkan penurunan status. Masih siaga karena karena frekuensi guguran lava masih terlihat meluncur dari puncak kawah," kata Yudia P. Tatipang di Manado, dilansir dari Antara pada Minggu (20/8).
Ia menjelaskan bahwa tipe material Gunung Karangetang itu encer. Sehingga, kata Yudia, lava yang keluar dari kawah bisa berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan enam bulan.
"Memang gempa guguran sering berkluktuasi. Kadang hari ini sedikit, tapi besoknya meningkat lagi," jelasnya.
Dengan demikian, Yudia mengimbau para warga untuk tetap mematuhi peringatan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) soal radius bahaya.
Warga di Kelurahan Tatahadeng dan Kelurahan Tarorane yang berada di Kecamatan Siau Timur sebelumnya diungsikan. Namun, saat ini mereka sudah dipulangkan.
Meski demikian, Yudia tetap mengimbau para warga untuk tetap waspada dengan aktivitas Gunung Karangetang.
"Mereka dipulangkan sementara. Kalau aktivitas kembali meningkat, gempa guguran meningkat, dan luncuran lava juga meningkat, mereka bisa dievakuasi lagi," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan PGA pada Minggu (20/8) pukul 00.00 hingga 06.00 WITA, Yudia mengungapkan bahwa Gunung Karangetang secara visual terlihat jelas hingga berkabut.
Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-150 meter di atas puncak kawah. Sedangkan, lava pijar gugur ke arah Kali batuawang dan Kali Kahetang sejauh 750-1.500 meter.
Sebanyak 10 kali gempa guguran terekam dengan amplitudo antara 3-10 milimeter selama 42-119 detik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4463 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2231 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1013 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun