Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Guru Mogok, Ratusan Murid Terlantar
Sanglah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Belasan guru Sekolah Anugerah Denpasar melakukan aksi mogok. Mereka memprotes sususan kepengurusan yayasan sekolah yang baru dibentuk, yang dinilai merugikan mereka. Akibat aksi ini, proses belajar ratusan murid di sekolah ini terlantar.
Belasan guru TK hingga SMP Sekolah Anugrah Denpasar lebih memilih untuk duduk-duduk di depan sekolah, jalan Diponogoro Denpasar. Aksi mogok ini sudah mereka lakukan sejak hari Sabtu kemarin.
Diantara guru yang mogok terdapat kepala sekolah bernama Esther. Mereka mogok menolak sususan kepengurusan Yayasan Anugrah Indah yang baru dibentuk, dimana pengurus lama tidak diikutsertakan dalam sususan kepengurusan yang baru.
Antara guru yang mogok dengan pihak pengurus yayasan yang baru sempat terjadi ketegangan. Salah seorang guru yang mogok mengaku sempat dipukul pihak keamanan yayasan yang baru dan meminta perlindungan polisi.
“Aksi mogok ini dipicu oleh sekelompok orang dari pengurus yayasan lama yang tidak puas dengan kepengurusan yang baru. Kita telah menawarkan jalan damai kepada guru yang mogok agar tidak mengganggu proses belajar para siswa, kata Andereas, Ketua Umum Yayasan Anugerah Indah.
Konflik antar pengurus yayasan ini membuat khawatir sejumlah orang tua murid. Beberapa orang tua datang ke sekolah untuk mengawasi proses belajar anaknya.
Meski perwakilan Dinas Pendidikan Kota Denpasar sudah turun tangan, aksi mogok para guru belum berakhir. Beberapa orang tua akhirnya memilih untuk membawa pulang anaknya. (Bob)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 737 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 559 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan